Kejagung Sebut Sejumlah Perusahaan Pakai Jasa Don Ritto untuk Urus Kasus

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan sejumlah perusahaan yang menggunakan jasa hukum terkait penanganan perkara di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung. Hal ini berdasarkan hasil pengembangan tim penyidik Kejagung terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret Febrie Adriansyah.

"Dari perkembangan penanganan perkara tersebut yang telah diperiksa, ada perusahaan yang diduga kuat menggunakan jasa terkait dengan penanganan perkara di Jampidsus," kata Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Rudi Margono di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Baca Juga :

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru di Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Adapun perusahaan itu antara lain PT WB, PT AJ, PT ISB, PT PAS, PT JM, hingga PT BIG. Selain itu, ada satu lembaga yang juga terseret. Seluruhnya disebut menggunakan jasa hukum yang terafiliasi dengan tersangka kasus TPPU Don Ritto untuk menganani perkara di Jampidsus

"Ini perusahaan-perusahaan yang diduga kuat menggunakan jasa hukum yang terkait dengan diduga kuat Don Ritto dan kawan-kawan," ujar Rudi.

Hingga saat ini, tim penyidik Kejaksaan Agung masih terus melakukan pendalaman materi penyidikan dan mengumpulkan alat bukti, melalui keterangan para saksi untuk membuat terang tindak pidana pencucian uang yang disangkakan.

Total ada 24 orang saksi yang diperiksa hingga Kamis, 30 Juli 2026. Di antaranya ada pihak swasta yaitu Tan Kian dan Ferry Hongkiriwang.


Kejaksaan Agung RI. Foto: dok. MI.

Selain itu, Tim Sembilan Kejaksaan menetapkan satu tersangka baru dari pihak swasta yaitu Nurman Herin (NH). Rudi tidak menjelaskan lebih lanjut terkait peran Nh. Ia hanya mengatakan tersangka tersebut diduga kuat turut serta dalam pencucian uang.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Febrie kini telah dilakukan penahanan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu, Kejagung sebelumnya telah menerbitkan empat surat perintah penyidikan (sprindik) baru terkait perkara yang diserahkan penanganannya dari penyidik Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WiLAT Indonesia & Policy+ Gelar Diskusi Bertajuk Akselerasi Adopsi Kendaraan Logistik Listrik
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Yang Sejauh Ini Diketahui soal KPK OTT Bupati Pemalang
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
DPRD Gowa Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wabup: Wujud Transparansi dan Akuntabilitas Daerah
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Belasan Gajah di Taman Nasional Kenya Mati, Diduga Keracunan Pestisida
• 3 jam laludetik.com
thumb
Momen Prabowo Jajal Kereta Nusantara Explorer: Pertama Kali Naik
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.