Puluhan Prajurit Israel Lakukan Pemberontakan, Tinggalkan Markas Sde Teiman

republika.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, NEGEV -- Puluhan prajurit Israel dilaporkan meninggalkan markas militer Sde Teiman di selatan Israel pada Kamis (30/7/2026) karena perselisihan dengan komandan senior seperti dilaporkan Jerusalem Post dilansir Anadolu. Para prajurit itu adalah anggota Batalion Sabar dari Brigade Givati.

"Menurut sumber di Brigade Givati, staf komando memutuskan untuk memindahkan dan menghancuekan simbol-simbol yang dipampang oleh anggota batalion," demikian laporan Jerusalem Post

Baca Juga
  • Hari Ini MK Bacakan Putusan Program MBG Digugat karena Gunakan Anggaran Pendidikan
  • Hadapi Timor Leste, John Herdman Minta Timnas Indonesia tak Jemawa dan Fokus Raih Tiga Poin
  • Dua Keluarga, Dua Cerita dalam Satu Jaminan yang Sama

Diberitakan bahwa komandan batalion memaksa dan tetap menjalankan keputusannya meski ditentang oleh para prajuritnya. "Salah satu komandan menggunkan palu seberat 5 kilogram untuk menghancurkan simbol-simbol itu," kata seorang prajurit yang bertugas di unit itu kepada Walla.

Saat kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan, para prajurit meninggalkan unit mereka dan keluar dari markas militer. Sde Teiman, adalah sebuah markas militer di Gurun Megev, telah berulang kali menjadi subjek dari tuduhan penyiksaan warga Palestina yang ditangkap dari Jalur Gaza.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Media Israel dan Palestina dan juga kelompok pemerhati HAM telah mendokumentasikan beragam penyiksaan, pengabaian medis, dan kematian di Sde Teiman. Markas militer itu kerap dibandingkan dengan fasilitas tahanan AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Menurut kelompok HAM Palestina, lebih dari 9.600 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israrl, termasuk 350 anak-anak dan 84 wanita.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tawuran Kerap Berulang di Jembatan Besi Jakbar, Polsek Tambora Perketat Patroli
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Ada Kepulan Asap, Bandara Ngurah Rai Pastikan Tak Ada Korban: Semua Normal
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Sebut BoP Sepakat Lucuti Hamas, Pasukan Indonesia Diisukan Bakal Terlibat
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
AS Masuk Perangkap? Enam Rudal Iran Diduga Hanya Umpan untuk Menghabiskan THAAD dan Patriot
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo Targetkan Tidak Ada Lagi Gunung Sampah pada Akhir 2027
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.