JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Kabinet Bayangan, Feri Amsari, mengkritik jumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, 15 menteri di Kabinet Bayangan akan mengawasi semua kementerian di Kabinet Merah Putih.
"Jadi, satu orang menteri di kami akan mengawasi bahkan 6 hingga 7 kementerian yang ada di Kabinet Merah Putih. Itu sebagai bentuk kritik bahwa membangun kabinet itu bisa kecil jika kemudian kita paham maksud kabinet," katanya dalam program Rosi KompasTV, Kamis (30/7/2026).
Feri pun menjelaskan, kabinet berarti lemari kecil atau kamar kecil. Menurut sejarahnya, dahulu para raja mengumpulkan orang-orang kepercayaannya di ruang kecil sebelum masuk parlemen.
Baca Juga: Feri Amsari Sebut Kabinet Bayangan Akan Lakukan Checks and Balances terhadap Kinerja Pemerintah
Ia mengatakan tradisi itu dibawa ke sistem presidensial seperti yang diterapkan di Indonesia.
Dosen di Fakultas Hukum Universitas Andalas itu menyebut sistem presidensial lahir dari sistem parlementer.
Oleh karena itu, ada ciri khas sistem parlementer yang kemudian dibawa dan disempurnakan dalam sistem presidensial.
Feri lantas membandingkan antara jumlah menteri dan wakil menteri di Indonesia dan negara lain.
Ia menjelaskan, Amerika Serikat yang memiliki 50 negara bagian, rata-rata jumlah menterinya hanya 15-21 orang. Sementara di Indonesia, kata dia, jumlah menteri dan wakil menteri ada 110-112 orang.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- kabinet bayangan
- kabinet merah putih
- feri amsari
- politik
- prabowo subianto
- jumlah menteri prabowo





