Kupang: Kolaborasi sektor swasta dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus diperkuat melalui program pencegahan stunting. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, K-24 Group bersama PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menggelar Festival Sehat Ceria si Kecil di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas anak-anak dan orang tua. Kegiatan meliputi skrining tumbuh kembang anak, edukasi gizi keluarga, serta konsultasi kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting.
Kegiatan dihadiri Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT drg. Iien Adriany yang mewakili Gubernur NTT, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Sales Director Sarihusada Rizki Imam Ardhi, serta Founder dan CEO K-24 Group dr. Gideon Hartono.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting di NTT masih mencapai 37 persen atau sekitar 214.143 anak, sehingga menjadi salah satu daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.
Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT drg. Iien Adriany mengatakan penurunan stunting membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
"Penanggulangan stunting tidak dapat dibebankan kepada pemerintah saja. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menilai edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi, dan deteksi dini perlu terus diperluas mengingat rendahnya pemahaman masyarakat masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting.
Sales Director Sarihusada Rizki Imam Ardhi mengatakan perusahaan terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan status gizi anak melalui pendekatan kolaboratif.
"Kami percaya setiap anak berhak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. Edukasi kepada orang tua dan pemantauan pertumbuhan anak menjadi langkah penting dalam mencegah stunting," ujar Rizki.
Founder dan CEO K-24 Group Gideon Hartono mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut dia, selain memperluas akses layanan kesehatan melalui jaringan apotek, perusahaan juga berupaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui berbagai program edukasi.
Sementara itu, dokter spesialis anak Diana Nubatonis mengatakan stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak di masa depan.
Karena itu, orang tua diimbau rutin memantau tinggi dan berat badan anak serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan.
Melalui kegiatan edukasi dan skrining, kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif dalam mendukung target penurunan stunting serta peningkatan kualitas SDM Indonesia.




