JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Tambora, Jakarta Barat, mengimbau para orangtua untuk memantau keberadaan anak mereka setiap malam.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul maraknya aksi tawuran di wilayah Tambora, khususnya kawasan Jembatan Besi.
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat meminta para orangtua memastikan anak-anak mereka sudah berada di rumah sebelum larut malam agar terhindar dari pergaulan yang berisiko.
Baca juga: Warga Cibarusah Keluhkan Air PAM Tak Pernah Mengalir meski Pipa Sudah Terpasang
"Kami mengimbau kepada para orangtua agar aktif memantau keberadaan putra-putrinya," ujar Wahyu kepada wartawan di Mapolsek Tambora, Kamis (30/7/2026).
Wahyu mengatakan, pihaknya mengintensifkan patroli untuk mencegah aksi tawuran yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Langkah itu dilakukan sebagai respons atas keluhan warga terkait maraknya aksi tawuran yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Terbaru, tawuran antarkelompok terjadi pada di wilayah Jembatan Besi pada Selasa (28/7/2026). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aksi tersebut membuat warga resah.
Wahyu kemudian memerintahkan seluruh jajarannya menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli mobile, menyambangi titik-titik rawan, membubarkan kelompok yang masih berkerumun hingga larut malam, serta memberikan imbauan kamtibmas sebagai langkah antisipasi terhadap aksi tawuran maupun kejahatan jalanan lainnya," ujar Wahyu.
Patroli gabungan ini melibatkan Unit Reskrim, Unit Binmas, dan Unit Samapta, serta berkolaborasi langsung dengan Linmas dan Citra Bhayangkara.
Baca juga: Pilot Maskapai Asing Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Selundupkan 70.114 Butir Ekstasi
Penyisiran tidak hanya berfokus di kawasan Jembatan Besi, tetapi juga tersebar di wilayah hukum Polsek Tambora berdasarkan hasil pemetaan titik rawan.
"Dengan pelaksanaan patroli KRYD secara rutin dan berkesinambungan, kami berharap aksi tawuran maupun kejahatan jalanan dapat terus ditekan, bahkan dihilangkan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," tuturnya.
Aksi Tawuran Viral di Media SosialDalam video yang diunggah akun Instagram @jakbarviral, terlihat dua kelompok saling serang dengan menggunakan senjata tajam di permukiman warga.
Kedua kelompok terlihat saling menyerang sambil menenteng sajam. Warga sekitar, Tatang (55), mengatakan aksi tawuran di lokasi tersebut kerap terjadi. Bahkan, dalam satu minggu bisa terjadi beberapa kali kejadian.
"Itu seminggu bisa dua sampai tiga kali. Yang pada tawuran bocah dari Krendang sama dari Duri," ungkapnya.





