Rupiah Hari Ini Dibuka Rebound ke Rp18.074 per Dolar AS

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Rupiah dibuka menguat 37 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp18.074 per dolar AS pada hari ini, berbalik dari penutupan kemarin di level Rp18.111 per dolar AS.

Rupiah Hari Ini Dibuka Rebound ke Rp18.074 per Dolar AS. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar (kurs) rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (31/7/2026). Penguatan mata uang Garuda didorong oleh tekanan terhadap dolar AS pascarilis data ekonomi Negara Paman Sam yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 37 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp18.074 per dolar AS. Pergerakan ini membalikkan arah perdagangan Kamis (30/7/2026), ketika rupiah ditutup melemah 38 poin atau 0,21 persen di level Rp18.111 per dolar AS.

Baca Juga:
Rupiah Melemah Sentuh Rp18.100 per USD Pagi Ini

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau menguat 0,34 persen ke posisi 100,201.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa dolar AS tertekan setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS tercatat lebih lemah dari proyeksi pasar.

Baca Juga:
Menguat Tipis, Rupiah Ditutup ke Level Rp18.073 per USD

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data inflasi PCE dan PDB AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan," ujar Lukman, Jumat (31/7/2026).

Meski berpeluang melanjutkan penguatan, Lukman memperkirakan ruang apresiasi rupiah masih dibatasi oleh sentimen eksternal dan domestik.

Baca Juga:
Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per USD

Dari sisi global, memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menopang lonjakan harga minyak mentah, yang memicu aksi pemburu aset berisiko rendah (safe haven) serta menekan mata uang negara berkembang.

Di samping itu, potensi kenaikan harga energi memicu kecemasan terhadap inflasi yang dapat memperberat beban neraca perdagangan negara net-impor minyak seperti Indonesia.

Sementara dari dalam negeri, kehati-hatian investor terpelihara akibat isu seputar kepemimpinan dan stabilitas institusional di regulator moneter.

"Sentimen domestik masih relatif lemah, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan independensi BI," kata Lukman.

Atas pertimbangan jajaran sentimen global dan domestik tersebut, Lukman memproyeksikan pergerakan kurs rupiah bergerak pada rentang Rp18.000 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Minta KAI dan Kemenhub Garap Proyek Kereta Trans Sumatra hingga Trans Kalimantan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Oegroseno Jelaskan Duduk Perkara Lahan Sespim-Sepolwan: Ditawari Rp1 Miliar, Saya Tolak!
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Bongkar Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Modusnya Berbagi Peran
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Hina Wartawan bak Sirkus, Deddy Sitorus Bakal Dilaporkan ke MKD DPR
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Head to Head Indonesia vs Timor Leste: Garuda Menang 6 Kali Beruntun
• 7 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.