Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat pada pembukaan perdagangan Jumat setelah mengikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG dibuka naik 33,26 poin atau 0,54 persen ke level 6.219,62, sementara Indeks LQ45 menguat 2,54 poin atau 0,41 persen menjadi 621,40.
Sentimen Global Topang Pergerakan PasarHead of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengungkapkan, “Selama bertahan di atas 6.160, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244 dan jika berhasil breakout, berpotensi melanjutkan kenaikan ke 6.268-6.315.”
Ia menambahkan, “Sebaliknya, jika kembali turun di bawah 6.160, IHSG berisiko menguji kembali 6.130 hingga 6.080-6.030 sebagai support berikutnya.”
Dari Amerika Serikat, bank sentral The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen, sementara inflasi inti PCE Juni 2026 tercatat lebih rendah dari perkiraan sehingga memperkuat harapan meredanya tekanan inflasi.
Meski demikian, perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta konflik yang berlanjut di Timur Tengah masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memicu volatilitas.
Faktor Domestik Ikut Menjadi PerhatianLiza menyebut komitmen Uni Eropa mendukung pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif Global Gateway menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar.
Ia mengungkapkan, “Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mempercepat transisi menuju transportasi rendah karbon, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.”
Di sisi lain, pasar juga mencermati putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak lagi dapat menggunakan anggaran pendidikan paling lambat pada APBN 2028.
Mayoritas bursa Eropa dan Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, sementara pergerakan bursa Asia pada Jumat pagi juga didominasi penguatan meski Hang Seng masih berada di zona negatif.




