PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI membukukan laba bersih sebesar Rp 201 miliar pada semester I 2026, melambat 37 persen dibandingkan pepriode yang sama tahun lalu Rp 324 miliar.
Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp 708,2 miliar. Total pendapatan meningkat sekitar 40 persen dari Rp 1,1 triliun pada kuartal I menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal II 2026.
Peningkatan didorong naiknya jumlah penonton dari sekitar 15,5 juta menjadi 21,9 juta, seiring bertambahnya jumlah layar dan film baru.
Kenaikan jumlah penonton turut mendongkrak pendapatan penjualan tiket bioskop sebesar 38 persen, dari Rp 665,3 miliar menjadi Rp 919,4 miliar pada kuartal II.
Sementara itu, pendapatan dari penjualan makanan dan minuman tumbuh lebih tinggi, yakni 48 persen, dari Rp 357,6 miliar menjadi Rp 528,8 miliar.
Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis dan menjaga disiplin operasional.
"Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan,” kata Suryo lewat keterangan resminya, Jumat (31/7).
Secara keseluruhan, kontribusi terbesar terhadap pendapatan semester I 2026 masih berasal dari penjualan tiket bioskop senilai Rp 1,6 triliun atau sekitar 60,2 persen dari total pendapatan.
Penjualan makanan dan minuman menyumbang Rp 886,3 miliar atau 33,7 persen, sedangkan pendapatan lainnya yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara mencapai Rp 160,2 miliar atau sekitar 6,1 persen.
Di sisi ekspansi, Cinema XXI membuka dua lokasi bioskop baru pada semester I 2026, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, dengan tambahan tujuh layar. Hingga 30 Juni 2026, perseroan mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia.
Sepanjang semester I 2026, film nasional mendominasi lebih dari 65 persen total penonton di jaringan Cinema XXI. Selain itu, sebanyak 17 film nasional maupun internasional yang tayang perdana pada Januari-Juni 2026 berhasil meraih lebih dari 1 juta penonton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 15 film.
"Capaian ini menunjukkan bahwa film nasional dan film internasional diapresiasi oleh penonton. Hal ini memotivasi Cinema XXI untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan yang prima, fasilitas yang nyaman, serta teknologi audiovisual berstandar internasional,” lanjut dia.





