Matahari pagi baru saja muncul ke permukaan, namun ribuan pengendara sudah memadati pertigaan Jalan Raya Kalimalang, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (31/7). Sebuah pemandangan yang lumrah terjadi pada pagi hari saat jam kerja di Ibu Kota.
Pemandangan tersebut biasa bagi Sumiati (50) pemilik warung di pertigaan lampu merah Kalimalang. Kendaraan biasanya sudah memadati pertigaan tersebut mulai pukul 05.30 WIB hingga mencapai puncaknya pada pukul 08.00 WIB.
Ia mengatakan, kemacetan biasanya terjadi pada Senin hingga Kamis. Namun dalam beberapa hari terakhir, kepadatan arus lalu lintas bertahan hingga pukul 09.00 WIB. Ia mengakui beberapa hari terakhir volume kendaraan memang lebih padat dibanding hari biasanya.
"Biasanya kan jam 8 udah bebas macet. Kemarin dua hari itu, tiga hari ya, sampai jam 9 masih macet," kata Sumiati saat ditemui kumparan di sekitar pertigaan Kalimalang.
Namun kemacetan ini tak hanya terjadi pada pagi hari. Sumiati mengatakan arus kendaraan kembali ramai pada siang hingga sore hari, terutama saat masyarakat pulang kerja dan anak sekolah selesai beraktivitas.
Kondisi tersebut turut dirasakan Awang (62), pengendara sepeda motor yang melintas dari arah Jakarta menuju Bekasi. Dia mengatakan kemacetan di sepanjang Kalimalang hampir ditemuinya setiap hari.
"Kalau di Kalimalang hampir setiap hari sih," kata Awang.
Perbedaan waktu tempuh paling terasa ketika Awang melintas pada hari kerja. Jika pada Sabtu atau Minggu perjalanan menuju Bekasi dapat ditempuh sekitar 45 menit, pada Senin hingga Jumat perjalanan dapat berlangsung lebih dari satu jam.
"Kalau dia hari Sabtu atau Minggu ke Bekasi itu biasa 45 menitan lah. Tapi kalau lagi hari-hari kerja Senin sampai hari Jumat bisa satu jam lebih," ujarnya.
Kemacetan yang berulang membuat Awang beberapa kali memilih mengubah rute perjalanannya. Dia memilih jalur alternatif melalui Banjir Kanal Timur (BKT) dan Pondok Kopi ketika kondisi di jalur utama terlalu padat.
"Sering, sering," kata Awang ketika ditanya apakah dirinya pernah mengubah rute karena kemacetan.
Menurut Awang, kepadatan paling terasa di pagi hari saat masyarakat mulai beraktivitas . Dia berharap petugas dapat lebih rutin berada di lokasi untuk membantu mengatur kendaraan ketika arus mulai padat.
"Sebenarnya sih inginnya sih pagi tuh selalu ada petugas lah," ujarnya.
Sementara itu, Komandan Regu Satuan Pelaksana (Satpel) Dinas Perhubungan Kecamatan Duren Sawit, Alfa Febian (48), mengatakan kepadatan pada pagi hari memang berkaitan dengan tingginya volume kendaraan pada jam sibuk.
Menurut Alfa, kondisi tersebut terjadi karena jumlah kendaraan yang melintas tidak sebanding dengan kapasitas ruas jalan yang tersedia.
"Penyebab macet itu rata-rata karena volume kendaraan yang padat. Nah tidak seimbang dengan jumlah ruas jalan yang tetap nggak bertambah," kata Alfa.
Untuk mengurai kepadatan tersebut, pihaknya memperpanjang durasi lampu hijau di Pertigaan Kalimalang sejak Rabu (29/7). Penambahan durasi dilakukan berdasarkan pemantauan kondisi lalu lintas melalui sistem pengaturan lalu lintas.
Alfa menjelaskan durasi lampu hijau yang biasanya sekitar tiga menit dapat diperpanjang menjadi empat hingga lima menit ketika kepadatan meningkat.
"Di saat padat kami panjangkan durasinya, baik dari sisi Timur ataupun Barat," ujarnya.
Selain volume kendaraan, Alfa mengatakan kepadatan dapat semakin parah ketika sepeda motor mengambil ruang di luar garis pembatas hingga mengganggu arus kendaraan dari arah lain.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas akan memasang traffic cone ketika antrean mulai melebar.
"Seandainya udah mulai padat kita. Nah kita pasang traffic cone pembatasan untuk mereka supaya nggak melebihi garis putih," katanya.
Kepadatan juga berdampak terhadap bus TransJakarta yang melintas di kawasan tersebut. Alfa mengatakan tidak adanya jalur khusus membuat bus TransJakarta harus berbagi ruang dengan kendaraan umum lainnya.
"Emang itu karena ini jalurnya, enggak ada jalur khusus Busway, jadi kan Busway-nya bergabung nih dengan jalur umum, ya sudah pasti terjadi semacam kepadatan," ujarnya.
Alfa mengatakan pengaturan lalu lintas di Pertigaan Kalimalang akan terus dievaluasi setiap pekan bersama pimpinan untuk melihat kondisi arus kendaraan dan menentukan penanganan yang diperlukan.
"Kami selalu evaluasi setiap minggu. Selalu sama pimpinan. Kita evaluasi apa solusinya dan apa yang terjadi di situ," kata Alfa.





