Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Selatan mulai mengalami kenaikan pada pekan ini. Pedagang mengaku kenaikan harga sudah terasa di tingkat distributor atau pasar induk, meski sebagian masih menahan harga jual kepada konsumen.
Pantauan kumparan di Pasar Tebet Timur (PSPT) pada Jumat (31/7), harga beras eceran masih relatif stabil. Namun, salah seorang pedagang beras, Ahmad, mengatakan kenaikan harga dari pemasok mulai terjadi sehingga berpotensi memengaruhi harga jual.
"Masih stabil, cuma katanya terakhir ada kenaikan di induknya. Cuma harga masih stabil," ujar Ahmad kepada kumparan.
Ia mengatakan beras yang dijual di tokonya rata-rata dibanderol mulai Rp 13.000 per kilogram. Selain itu, Namun, jenis beras yang paling banyak dijual di tokonya berada di kisaran Rp 16.000 per kilogram. Sementara itu, beras premium dengan tekstur pulen dibanderol sekitar Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per kilogram.
“Beras premium yang kualitasnya pulen harganya sekitar Rp 18-19 ribu per kilonya,” ujar Ahmad.
Meski demikian, Ahmad tidak menutup kemungkinan harga beras akan ikut naik apabila harga dari distributor terus meningkat.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Minggu. Irwan, pedagang beras di pasar tersebut, mengatakan harga beras justru sudah mengalami kenaikan dibandingkan pekan lalu.
"Ada kenaikan di minggu ini, kalau minggu sebelumnya masih di bawah Rp 14.000," kata Irwan.
Ia mengungkapkan, beras dengan kualitas medium menjadi produk yang paling banyak dicari masyarakat. Saat ini, beras medium dijual sekitar Rp 14.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga pada pekan sebelumnya.
"Yang paling laku Rp 14.000, itu kualitasnya medium ke atas," ujarnya.
Selain beras medium, Irwan juga menjual beras premium dengan harga mencapai Rp 18.000 per kilogram.
Menurut para pedagang, kenaikan harga saat ini belum terlalu besar. Namun, apabila harga di tingkat distributor terus meningkat, diperkirakan akan ada penyesuaian harga di tingkat eceran.





