tvOnenews.com - Reza Indragiri menilai pelaku Kasus Pelecehan Siswa di Tanjungbalai diduga menggunakan grooming behavior sebagai modus untuk mendekati korban. Menurut psikolog forensik tersebut, manipulasi psikologis kerap menjadi cara pelaku menguasai anak sebelum melakukan tindak kekerasan seksual.
Kasus Pelecehan Siswa di Tanjungbalai masih menjadi sorotan publik setelah seorang siswa sekolah dasar berusia 12 tahun diduga menjadi korban tindakan asusila. Menanggapi kasus tersebut, Reza Indragiri menjelaskan bahwa pola pendekatan pelaku patut didalami karena diduga mengandung unsur grooming behavior.
Dalam pembahasan di program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Reza Indragiri mengulas bahwa grooming behavior merupakan modus yang umum digunakan pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Modus ini dilakukan dengan membangun rasa percaya korban melalui perhatian atau pemberian fasilitas sebelum melakukan tindakan kekerasan.
Kasus Pelecehan di Tanjungbalai juga menyoroti dugaan keterlibatan lingkungan sekolah karena istri tersangka diketahui berprofesi sebagai guru. Menurut Reza, relasi kuasa antara pendidik dan murid menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses penyelidikan.
Menjelaskan pandangannya, Reza Indragiri menilai tindakan yang tampak biasa dapat menjadi bagian dari proses manipulasi psikologis terhadap anak.
"Tadi saya simak pemberitaannya bahwa sang guru, berarti istri dari tersangka, mengajak anak ke rumah kemudian meminjamkan handphone dan sejenisnya. Sepintas seolah kita tidak menangkap ada tanda-tanda kejahatan di situ. Tapi jangan salah, modus yang paling sering digunakan oleh pelaku kejahatan seksual terhadap anak bukanlah modus kekerasan, tetapi grooming behavior," jelas Reza Indragiri dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.
Menurutnya, grooming behavior merupakan proses membangun kedekatan dengan korban agar pelaku lebih mudah menguasai anak tanpa menimbulkan kecurigaan.
"Perilaku yang seolah-olah saya adalah sosok yang bisa dipercaya. Saya ingin memberikan kehangatan. Saya ingin membangun pertemanan. Mari ke rumah karena di rumah menyenangkan. Iming-iming yang membahagiakan semacam itu sesungguhnya merupakan sebuah manipulasi psikologis agar kemudian anak bisa dikuasai tanpa harus meninggalkan jejak-jejak kekerasan di tubuh si anak itu sendiri. Ini yang dinamakan sebagai grooming behavior," ujar Reza Indragiri.




