Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menutup pendidikan dan pelatihan (diklat) Bela Negara Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).
Letjen TNI. Tri Budi Utomo Sekretaris Jenderal Kemhan mengatakan, para SPPI yang telah menyelesaikan diklat akan mendapat penugasan sebagai manajer Koperasi Merah Putih selama sekitar dua tahun.
“Mereka nanti akan ada penugasan waktu tertentu, paruh waktu tertentu itu kurang lebih selama dua tahun,” kata Tri seusai upacara penutupan diklat seperti dikutip Antara.
Tri menjelaskan, penugasan itu akan dijalani para SPPI setelah mendapat penempatan dari BP BUMN. Ia memastikan proses penugasan akan dilakukan dalam waktu dekat.
Adapun dalam upacara penutupan diklat itu diikuti sebanyak 33.758 anggota SPPI yang selesai menjalani diklat di seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri atas calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan calon manajer Koperasi Nelayan Merah Putih.
Sementara itu, peserta yang mengikuti upacara penutupan di Lanud Halim Perdanakusuma sebanyak 3.500 orang.
Diklat Bela Negara SPPI berlangsung selama satu setengah bulan di berbagai fasilitas pelatihan milik TNI. Selama pelatihan, peserta mendapat materi manajerial koperasi, kedisiplinan, cinta tanah air, dan bela negara.
Materi tersebut diberikan agar para SPPI memiliki nasionalisme dan jiwa patriot saat menjalankan tugas sebagai manajer Koperasi Merah Putih.
Joao Angelo de Sousa Mota Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara mengatakan, lulusan diklat akan segera ditempatkan di koperasi yang sudah siap beroperasi.
“Jadi, teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat (koperasi) yang sudah bisa beroperasi. Penempatan dilakukan kurang lebih sekitar dua atau tiga minggu ke depan,” jelas Joao. (ant/bil/ipg)




