Wasit Final Piala Dunia 2026 Rahasiakan Isi Percakapan dengan Messi, Tak Menyesal Mengusir Enzo

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Satu percakapan singkat usai sebuah keputusan besar menjadi perhatian dunia. Namun, sang wasit memilih menyimpannya rapat-rapat. Ia hanya memastikan Lionel Messi menunjukkan sikap yang berbeda dari dugaan banyak orang.

Slavko Vincic akhirnya buka suara mengenai pertandingan paling bergengsi sepanjang kariernya, yakni final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Apa saja yang dikatakannya?

Wasit asal Slovenia itu mengungkap pengalaman memimpin duel selama 120 menit yang berakhir tanpa gol. Termasuk dua momen yang paling banyak memancing perdebatan: kartu merah untuk Enzo Fernandez dan percakapannya dengan Lionel Messi.

Dalam wawancara bersama harian Spanyol Sport, Vincic menilai laga tersebut memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Menurutnya, perbedaan karakter permainan kedua tim membuat pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi sepanjang laga.

Spanyol, kata dia, terus berusaha menguasai jalannya permainan melalui dominasi bola. Sebaliknya, Argentina memilih pendekatan berbeda dengan mencoba memutus ritme permainan lawan. Situasi itu membuat setiap keputusan wasit memiliki dampak besar terhadap jalannya pertandingan.

Enggan Membuka Percakapan dengan Messi

Salah satu momen yang paling menyita perhatian publik terjadi ketika Vincic terlihat berbicara cukup lama dengan Lionel Messi di lapangan. Banyak spekulasi bermunculan mengenai isi pembicaraan tersebut.

Namun, Vincic memilih merahasiakan detail percakapannya dengan kapten Argentina itu.

“Percakapan saya dengan Messi? Saya biarkan itu tetap di lapangan, tetapi saya bisa katakan bahwa ia bersikap dengan semangat sportivitas yang tinggi dan bertindak dengan sangat benar,” ujar Vincic dikutip Jumat (31/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Messi menerima keputusan-keputusan sang pengadil lapangan tanpa melakukan tekanan berlebihan, sesuatu yang kerap terjadi dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Kartu Merah Enzo Dianggap Sudah Tepat

Selain dialog dengan Messi, keputusan mengeluarkan Enzo Fernandez lewat kartu kuning kedua menjadi sorotan utama pertandingan.

Meski menuai perhatian luas, Vincic menegaskan dirinya sama sekali tidak meragukan keputusan tersebut.

Menurutnya, hukuman itu sudah sesuai dengan situasi di lapangan dan bahkan tidak memicu protes berarti dari kubu Argentina.

“Ini adalah pertandingan final Piala Dunia. Mentalitas para pemain dan reaksi mereka berbeda, dan mengingat pentingnya pertandingan, Anda harus memahami segalanya. Kami tidak menjadi bahan pembicaraan setelah pertandingan, dan itu adalah bukti bahwa kami menjalankan tugas kami dengan baik. Saya rasa strategi perwasitan kami tepat.”

Vincic juga mengakui bahwa tekanan memimpin final Piala Dunia sangat berbeda dibanding pertandingan lain sepanjang kariernya.

“Tanggung jawabnya sangat besar ketika seluruh sejarah perwasitan Anda bergantung pada satu pertandingan. Saya tahu bahwa sebagian besar pekerjaan akan berfokus pada pengelolaan pertandingan, kapan menghentikannya dan kapan membiarkan permainan berlanjut.”

Sempat Tak Percaya Ditunjuk Memimpin Final

Tak lama setelah memutuskan pensiun dari dunia perwasitan pada usia 46 tahun, Vincic mengaku masih sulit percaya dirinya dipercaya memimpin pertandingan terbesar di sepak bola dunia.

Ia mengaku sempat terkejut ketika menerima kabar penunjukan tersebut sebelum akhirnya berubah menjadi rasa bangga karena bisa membawa nama Slovenia tampil di panggung tertinggi.

“Pada awalnya saya merasa terkejut, tetapi setelah itu saya merasa bangga dengan tim kami yang akan mewakili Slovenia di panggung penting ini, dalam ajang olahraga terbesar di dunia.”

Singgung Kasus Lama

Dalam kesempatan yang sama, Vincic juga menanggapi kembali kasus kontroversial yang sempat menyeret namanya beberapa tahun lalu.

Saat itu ia sempat diamankan aparat di sebuah pondok di Bosnia dan Herzegovina bersama puluhan orang dalam penyelidikan yang berkaitan dengan prostitusi serta dugaan penyelundupan senjata dan narkoba.

Vincic kembali menegaskan dirinya tidak terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut dan menyebut kejadian itu bermula dari sebuah undangan makan siang yang berujung menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya.

“Saya tidak ada hubungannya dengan itu. Saya menerima undangan makan siang, dan ternyata itu adalah kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan. Saya menyesalinya.” (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Ungkap Prabowo Punya Syarat Khusus Calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Masuk Radar?
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Sapa Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti: Gimana, Oke?
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Korupsi Lagi di Jasindo, Mengapa Terus Berulang?
• 47 menit lalukompas.id
thumb
Timnas Hoki Putra Indonesia juarai turnamen internasional di Taiwan
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Tingkat Kepatuhan Capai 98 Persen, 57 LHKPN Perlu Diperiksa Lebih Lanjut
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.