Vandalisme Sasar Kereta Antik ‘Mbah Gleyor’ Peninggalan Bupati Kediri di Kandat

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kereta antik peninggalan Bupati Kediri era 1900-an, “Mbah Gleyor”, menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum tak bertanggung jawab di Desa Kandat, Kabupaten Kediri.

Pelaku mencoret-coret badan kereta berbahan kayu jati tersebut menggunakan cat warna hijau dengan gambar menyerupai karakter Teletubbies serta corak anak panah di bagian roda.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Imam Mubarok Muslim (Gus Barok), mengecam keras insiden ini dan telah melaporkannya ke Bupati Kediri serta Polsek Kandat.

Kereta peninggalan bersejarah berbentuk perahu tersebut erat kaitannya dengan kisah perjuangan Adipati Djojohadiningrat (“Kanjeng Manado”) yang diasingkan Belanda hingga asal-usul nama Desa Kandat.

Kediri (beritajatim.com) – Aksi perusakan benda bernilai sejarah kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Kereta antik peninggalan Bupati Kediri era 1900-an, Adipati Djojohadiningrat, yang disemayamkan di pekarangan Jalan Glinding, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, menjadi sasaran vandalisme oknum tak bertanggung jawab.

Kereta bersejarah berbentuk perahu berbahan kayu jati utuh tersebut dicoret-coret menggunakan cat semprot berwarna hijau. Corak gambar yang ditinggalkan pelaku menyerupai karakter animasi ‘Teletubbies’ pada bagian badan kereta serta deretan gambar anak panah di area roda kayu.

Dewan Kebudayaan Geram: “Ini Tamparan Keras”

Insiden vandalisme ini baru diketahui warga dan juru kunci setempat pada pagi hari, diduga kuat aksi tersebut dilancarkan pelaku pada tengah malam saat situasi sepi.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Imam Mubarok Muslim atau yang akrab disapa Gus Barok, mengecam keras tindakan tak terpuji yang mencoreng nilai-nilai cagar budaya dan sejarah daerah tersebut.

“Saya mendapatkan laporan dari warga pagi ini. Vandalisme dilakukan pada malam hari, sehingga juru kunci yang tinggal di depannya tidak tahu. Ini sebuah tamparan keras terkait vandalisme atau perusakan benda-benda cagar budaya di Kabupaten Kediri. Posisinya tidak ada CCTV, sehingga susah mengetahui pelakunya. Kasus ini sudah saya laporkan ke Bupati Kediri dan Polsek Kandat,” tegas Gus Barok, pada Jumat (31/7/2026).

.u6e41f546d8004ab558cb86b426683779 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .u6e41f546d8004ab558cb86b426683779:active, .u6e41f546d8004ab558cb86b426683779:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u6e41f546d8004ab558cb86b426683779 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u6e41f546d8004ab558cb86b426683779 .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u6e41f546d8004ab558cb86b426683779 .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u6e41f546d8004ab558cb86b426683779:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Perkuat Reputasi Internasional, MIKOM UPN Veteran Yogyakarta Raih Akreditasi Unggul LAMSPAK

Saat ini, lokasi peninggalan bersejarah yang dinaungi bangunan joglo terbuka berpagar besi tersebut menjadi perhatian jajaran kepolisian setempat untuk melacak jejak pelaku.

Profil Kereta ‘Mbah Gleyor’ dan Jejak Kanjeng Manado

Kereta antik bernama julukan ‘Mbah Gleyor’ ini bukanlah benda biasa. Kereta berukuran panjang sekitar 7 meter dan lebar 2 meter ini dirancang unik dengan konsep amfibi, dapat berfungsi sebagai kendaraan darat sekaligus perahu air. Bangunan joglo pelindung kereta ini sendiri dibangun oleh keturunan sang bupati, yakni Pak Haji Muhadi yang merupakan mantan Bupati Blitar.

Kereta antik peninggalan Bupati Kediri era 1900-an, “Mbah Gleyor”, menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum tak bertanggung jawab di Desa Kandat, Kabupaten Kediri.

Kereta ini menyimpan rekam jejak perjuangan Bupati Kediri, Adipati Djojohadiningrat. Pada masa kolonial Belanda pasca-Perang Jawa 1830, Belanda memfitnah sang bupati sebagai dalang pembunuhan administrator Pabrik Gula Ngadiredjo. Akibat tuduhan makar tersebut, ia ditangkap dan dibuang ke Manado, Sulawesi Utara, hingga wafat di tanah pengasingan. Atas pengorbanannya, masyarakat mengenangnya dengan julukan
‘Kanjeng Manado’.

Cerita Tutur: Babad Alas dan Asal-Usul Nama ‘Kandat’

Tokoh sejarah setempat, Hj. Musiswatin (72), menuturkan bahwa keberadaan kereta Mbah Gleyor di Desa Kandat diselimuti kisah tutur sejarah dan mistis yang kental. Berdasarkan legenda warga, sepeninggal Kanjeng Manado yang ditangkap Belanda, kereta tersebut awalnya dibiarkan di pekarangan rumah Jalan Watu Gede.

Pada tahun 1949, juru kunci pertama saat itu, Mbah Matal, mendapat wangsit untuk memindahkan kereta ke lokasi yang ditempatinya sekarang.

Keanehan Pemindahan: Kereta tidak bisa ditarik oleh tenaga manusia biasa. Kereta baru bisa bergerak setelah ditarik oleh dua ekor kerbau jantan dan didorong Mbah Matal beserta istrinya. Mitos warga juga menyebutkan bahwa jalur tanah yang dilalui roda kereta tersebut tidak pernah bisa ditumbuhi rumput.

Asal-usul Nama Kandat: Juru kunci pertama sebelum Mbah Matal adalah Mbah Nala, yang merupakan kusir kepercayaan sang adipati. Mbah Nala adalah sosok yang melakukan babad alas di wilayah tersebut dan memberi nama kawasan itu “Kandeg” (artinya berhenti), yang merujuk pada tempat berhentinya kereta sang adipati. Seiring berjalannya waktu, kata ‘Kandeg’ bergeser pelafalannya menjadi ‘Kandat’, yang kini menjadi nama desa sekaligus kecamatan di Kabupaten Kediri.

Sangat disayangkan, bukti otentik sejarah dan perjuangan melawan penjajah yang membisu di Desa Kandat tersebut kini justru ternoda oleh aksi vandalisme yang tidak bertanggung jawab. [nm/aje]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arlyansyah Tegaskan Persija Terus Bertumbuh Usai Imbang Lawan Port FC
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Bersama BRI, Petani Kopi Asal Batang Bawa Racikan Produknya Mendunia
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mensesneg: Pemerintah Bekerja Bukan Kejar Angka Survei
• 9 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Piala Presiden 2026 di Indosiar, Jumat 31 Juli 2026: Arema FC Vs DPMM FC, Persib Vs Tampines Rovers FC
• 14 jam lalubola.com
thumb
Indonesia Fashion Week 2026 Jadi Ajang UMKM Binaan Pertamina Perluas Pasar
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.