Grid.ID – Masalah nafkah sebesar Rp200 juta per bulan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang cukup unik. Untuk menghindari perdebatan soal transparansi dan tudingan miring netizen, Sarwendah mengusulkan agar dibuatkan ATM atau rekening khusus atas nama anak-anak mereka.
Namun, usulan tersebut justru ditanggapi dengan tawa oleh pihak Ruben Onsu. Sang pengacara menyebut solusi itu tidak menyentuh substansi masalah yang sebenarnya diinginkan Ruben.
Dalam podcast "Curhat Bang Denny Sumargo", Sarwendah mengungkapkan keinginannya untuk lepas dari sistem "reimburse" atau rembes yang selama ini mereka jalani. Ia mengusulkan agar Ruben menyetorkan uang nafkah langsung ke rekening anak agar dirinya tidak lagi dicap sebagai pihak yang mempermasalahkan uang.
"Ayahnya bisa langsung bikinin kartu buat anak-anak, Ayah pegang transfer isi di situ biar Ayahnya tanggung jawab sendiri kepada anak-anak. Enggak usah lewat aku enggak apa-apa," ujar Sarwendah dalam podcast tersebut.
Sarwendah merasa lelah dengan komentar netizen yang sering menyerangnya soal nominal nafkah yang besar.
"Aku pengen banget anak-anak damai, aku juga damai gitu. Biar itu menjadi tabungan buat anak-anak dari Ayah," tambahnya.
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Mekanisme ATM Anak
Merespons usulan tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, justru merasa heran. Menurutnya, anak-anak yang masih di bawah umur secara praktis tidak akan bisa mengelola kartu ATM mereka sendiri tanpa bantuan orang dewasa.
"Terus anak-anak ke ATM sendiri? Cabut duit? Terus anak-anak bayar sendiri semua kebutuhannya?" papar Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
"Ayolah, tetap mau rekening anak-anak, mau rekening siapa pun, yang mengelola pasti adalah orang dewasanya," lanjut Minola Sebayang.
Bagi pihak Ruben, usulan membuat rekening baru bukanlan solusi. Minola menekankan bahwa inti masalahnya adalah transparansi penggunaan uang, bukan di mana uang itu disimpan.
"Persoalannya kan bukan masalah rekeningnya. Ini kan bukan rekening yang bermasalah, tapi berapa (nominalnya), tata kelolanya, dan perinciannya. Itu yang diminta Ruben. Ruben sebagai pihak yang mengeluarkan uang tentu punya hak untuk bertanya dan meminta laporan," tegas Minola.
Minola juga menyayangkan sikap Sarwendah yang melontarkan usulan tersebut ke publik melalui podcast, alih-alih menyampaikannya secara formal melalui tim kuasa hukum. Minola mengklaim pihaknya tidak pernah menerima informasi resmi mengenai pembukaan rekening anak sebagai solusi damai.
"Saya enggak tahu ya, karena saya tidak pernah disampaikan dari mereka secara formal. Ruben juga enggak pernah menyatakan ke saya. Mereka menyampaikan hal ini kan ke media, ke publik," sindir Minola.
Minola meminta agar segala usulan dibicarakan langsung di meja perundingan agar tidak menimbulkan simpang siur di mata netizen.
"Sampaikan dong ke kita (secara langsung), bukan ke media. Biar komunikasinya lebih tertib dan ada landasan hukumnya," tutupnya. (*)
Artikel Asli




