BEKASI, KOMPAS.com – Video yang memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk oleh oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi viral di media sosial.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Pos Poncol, Jalan M Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mendatangi sejumlah orang yang mengenakan atribut Dishub.
Pria tersebut meminta uang yang diduga telah dipungut dari seorang sopir truk segera dikembalikan.
Baca juga: Ketika Warga Bekasi Merespons Pemanasan Global
"Pulangin duitnya semua! Sopir ini diminta Rp 1,7 juta," ujar pria tersebut dalam video.
Ia kemudian meminta sopir menunjukkan petugas yang diduga meminta uang tersebut.
"Yang minta Rp 1,7 siapa?" tanyanya.
Dalam rekaman itu, pria tersebut juga mempertanyakan tindakan petugas yang mengambil surat tanda nomor kendaraan (STNK) milik sopir.
"STNK pulangin! Dishub enggak boleh meriksa-meriksa STNK," ucapnya.
Video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Warga kerap lihat truk diberhentikan
Seorang warga sekitar berinisial AI (42) mengaku kerap melihat sejumlah truk diberhentikan di sekitar lokasi tersebut.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan kendaraan-kendaraan itu dihentikan oleh petugas.
"Setahu saya, saya cuma sering lihat mobil berhenti di sini. Cuma saya enggak tahu masalahnya apa, karena kan kita enggak tahu urusan orang kerja," kata AI saat ditemui di lokasi, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Air Bersih Jadi Perjuangan Harian Warga Cibarusah Bekasi: Dari Antre Tangki hingga Menyusuri Kali
AI mengatakan, dirinya pernah berbincang dengan seorang sopir truk yang mengaku dimintai uang dalam jumlah besar.
"Saya pernah nanya sekali ke sopir, 'Bang, kenapa?' Dia jawab, 'Biasa ini.' Terus saya tanya lagi, 'Kena berapa, Bang?' Dia jawab sekian. Saya bilang, 'Wah gede banget, Bang.' Yang saya dengar dari sopir itu sekitar Rp 1,5 juta untuk satu mobil. Kalau akhirnya dikasih atau enggak, saya enggak tahu. Saya cuma dengar informasi dari sopir," ujarnya.