Terkini, Makassar – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil sejumlah langkah strategis untuk memastikan distribusi Biosolar bersubsidi tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan sektor logistik.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan Integrated Terminal (Depot) Makassar selama 24 jam, menambah pasokan Biosolar, hingga memperkuat armada mobil tangki perbantuan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap lonjakan konsumsi Biosolar di sejumlah wilayah Sulawesi.
Pertamina juga meningkatkan pasokan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal pada SPBU yang mengalami peningkatan permintaan.
Selain penambahan pasokan, Pertamina mengerahkan mobil tangki perbantuan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara guna mempercepat distribusi BBM dari Fuel Terminal menuju SPBU.
Dengan dukungan operasional Integrated Terminal Makassar selama 24 jam, proses penerimaan, pemuatan, hingga pengiriman BBM dapat berlangsung tanpa henti sehingga ketersediaan stok di SPBU tetap terjaga.
Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan seluruh penyaluran Biosolar tetap mengacu pada kuota yang telah ditetapkan BPH Migas, namun tetap disesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
“Penyaluran Biosolar kami lakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas. Ketika terjadi peningkatan konsumsi di suatu wilayah, kami melakukan penambahan pasokan, mengoptimalkan pengiriman dari Fuel Terminal, mengoperasikan Depot BBM Makassar selama 24 jam, serta menambah mobil tangki perbantuan untuk memperkuat distribusi ke SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Yoga, Jumat (31/7/2026).
Yoga menjelaskan, kondisi stok Biosolar di Fuel Terminal maupun SPBU terus dipantau secara berkala. Distribusi diprioritaskan ke SPBU yang mengalami peningkatan kebutuhan agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan lancar.
Menurutnya, penggunaan mobil tangki perbantuan juga dioptimalkan di Sulawesi Utara untuk mempercepat pengiriman ke SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perusahaan tidak hanya memperkuat pasokan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan di SPBU guna mengurangi antrean kendaraan.
“Selain memastikan pasokan tetap tersedia, kami mengaktifkan marshall pada SPBU dengan volume penyaluran tinggi untuk membantu mengatur arus kendaraan, memberikan informasi kepada konsumen, serta mempercepat proses pelayanan.
Kami juga melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi antrean di lapangan, mempercepat pengiriman melalui pemanfaatan mobil tangki perbantuan apabila terjadi peningkatan kebutuhan, serta terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pemangku kepentingan terkait agar distribusi BBM dapat berjalan lebih lancar,” kata Lilik.
Ia menambahkan, Pertamina bersama pengelola SPBU, Hiswana Migas, dan instansi terkait terus memetakan SPBU prioritas, mengoptimalkan jadwal distribusi, serta menyesuaikan pola penyaluran apabila terjadi lonjakan konsumsi di wilayah tertentu.
Khusus di Kota Makassar, Pertamina juga memperpanjang jam operasional SPBU Pettarani agar masyarakat memiliki waktu pelayanan yang lebih panjang sekaligus membantu mengurai antrean pada jam-jam sibuk.
Pertamina Patra Niaga memastikan stok Biosolar di seluruh wilayah Sulawesi saat ini dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan serta menggunakan BBM bersubsidi sesuai peruntukannya agar penyaluran tetap tepat sasaran.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina Patra Niaga, dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135.




