TOKYO - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Jepang barat daya telah meningkat menjadi 35 orang, kata pejabat prefektur pada Jumat (31/7/2026). Tim penyelamat terus mencari korban selamat di bawah reruntuhan di daerah yang paling parah terkena dampak.
Pihak berwenang mengatakan belum dapat dipastikan apakah semua kematian tersebut disebabkan langsung oleh gempa bumi, dan memperingatkan bahwa jumlah korban dapat meningkat lebih lanjut seiring berlanjutnya operasi pencarian.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 melanda pulau utama selatan Jepang, Kyushu, pada Selasa (28/7/2026), menyebabkan kerusakan luas di seluruh Prefektur Kumamoto.
Gempa tersebut memicu ledakan di sebuah pusat perbelanjaan, merobohkan cerobong asap pabrik, dan meratakan rumah-rumah. Gempa tersebut tercatat pada tingkat tertinggi, yaitu 7 pada skala intensitas seismik Jepang. Sementara itu, Survei Geologi AS (USGS) dan jaringan pemantauan seismik GEOFON Jerman mengukurnya pada magnitudo 6,8.
Pihak berwenang mengatakan lebih dari 80 orang terluka, termasuk lima orang yang mengalami luka serius, demikian dilansir TRT.
Upaya Penyelamatan Terus Berlanjut
Tim pencarian dan penyelamatan tetap dikerahkan di seluruh Kumamoto pada Jumat, berfokus pada pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang runtuh dan lokasi lain yang rusak parah saat jendela penyelamatan kritis 72 jam mendekati akhir.




