Pengerjaan proyek pipa gas Dumai Dumai-Sei Mangkei Segmen 2 telah mencapai 32% dan ditargetkan bakal beroperasi pada akhir 2027/
Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman mengatakan pipa ini akan mengalirkan gas dari dari Wilayah Kerja (WK) Andaman menuju sisi selatan Sumatera. Selanjutnya, jaringan gas akan diteruskan hingga Jawa. Proyek Strategis Nasional ini memiliki nilai investasi Rp 6,5 triliun ini dirancang untuk memiliki volume desain sebesar 109,2 MMSCFD. Pembangunan proyek ini telah dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau awal 2028.
“Alhamdulillah, progres lapangan untuk Segmen 2 saat ini sudah menyentuh angka 32%. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lini tim, kontraktor, dan tenaga kerja yang terlibat atas dedikasi dan kerja keras dalam mengawal proyek vital ini,” kata dalam siaran pers, dikutip Jumat (31/7).
Infrastruktur Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai-Sei Mangkei rencananya akan dibangun membentang dari Stasiun Kompresor Gas Belawan sampai dengan Fasilitas Duri, sepanjang 535,4 kilometer.
Pekerjaan transmisi pipa gas ini dibagi menjadi dua segmen dan dikerjakan secara paralel. Segmen 1 dibangun untuk menghubungkan Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 270 an kilometer. Segmen ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya memiliki nilai kontrak Rp 3,6 triliun.
Sementara itu segmen 2 menghubungkan Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri. Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem Segmen 2 yang membentang sepanjang 260 kilometer digarap kontraktor pelaksana KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor – PT Brantas Abipraya (Persero) – PT Sumber Bangun Sentosa – PT Singgar Mulia memiliki nilai kontrak Rp 2,8 triliun.
“Integrasi jaringan pipa gas bumi dari wilayah Sumtera Utara hingga Riau ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung pemerataan pasokan energi bersih bagi industri maupun masyarakat,” ujarnya.




