JAKARTA, KOMPAS.com - Teina Alya, salah satu dari tiga jenazah korban pembunuhan kelompok bersenjata OPM, akhirnya dievakuasi Koops TNI Habema di Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (31/7/2026).
Teina merupakan korban terakhir yang dievakuasi TNI.
Sebelumnya, dua korban lain yang merupakan pasangan suami istri telah dievakuasi, pada Kamis (23/7/2026).
“Satu dari tiga korban warga lokal penembakan OPM telah ditemukan atas nama Teina Alya yang dilaksanakan oleh personel Koops TNI Habema,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, dalam keterangannya, Jumat.
Baca juga: TNI Bantah Alutsista di Monas untuk Hadapi Gelombang Massa: Jangan Provokasi
Wirya mengatakan, evakuasi dilakukan setelah Koops TNI Habema menerima informasi mengenai keberadaan jenazah di kawasan longsoran Kali Kolof.
Berbekal informasi tersebut, TNI menyusun operasi evakuasi dengan mempertimbangkan aspek keamanan perombakan, kondisi medan, serta penghormatan kepada korban serta keluarga.
“Berdasarkan pengamatan dari drone, ditemukan lokasi keberadaan jenazah berada di longsoran Kali Kolof dengan kedalaman 50 meter, yang berjarak 100 meter dari lokasi penembakan,” ucap dia.
Dalam hal ini, tempat kejadian perkara (TKP) penembakan terhadap Teina Alya di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala.
“Hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM,” kata dia.
Baca juga: TNI Kuasai Honai Diduga Jadi Markas Transit OPM di Papua, 3 Senjata Api Disita
Menurut Wirya, proses evakuasi berlangsung sulit karena jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam.
Lokasi tersebut hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling.
“Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel terlebih dahulu menguasai titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dari potensi gangguan,” ucap dia.
Setelah kondisi dinyatakan aman, tiga personel Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali karmantel ke dasar jurang.
Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan diangkat secara bertahap hingga berhasil dievakuasi ke atas tebing.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku guna dimakamkan sesuai adat istiadat serta keyakinan keluarga.
Baca juga: Tukin TNI-Kemhan Naik, Istana Singgung Tunjangan buat Guru dan Nakes di Daerah 3T





