Di tengah penurunan laba, perseroan masih mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 76,1 persen.
IDXChannel - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencetak laba bersih USD190 juta pada semester I-2026, turun 64,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya USD540 juta.
Di tengah penurunan laba, perseroan masih mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 76,1 persen menjadi USD5,68 miliar dari USD3,2 miliar di semester I-2025.
Peningkatan pendapatan bersih dari entitas anak Chandra Asri Group ini didorong oleh kinerja kilang serta integrasi aset ritel ExxonMobil di Singapura.
“Semester satu 2026 masih diwarnai oleh situasi global yang bergejolak, dengan ketidakpastian dinamika geopolitik yang masih membayangi pasar. Di tengah kondisi tersebut, platform terintegrasi Barito Pacific di sektor Energi, Kimia, dan Infrastruktur kembali menunjukkan ketangguhannya, didukung oleh eksekusi yang disiplin serta meningkatnya kontribusi dari bisnis infrastruktur dan energi terbarukan," kata Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (31/7/2026).
Dari sisi pendapatan, segmen petrokimia masih menopang kinerja perseroan dengan kenaikan 83,6 persen menjadi USD5,34 miliar.
Kemudian segmen energi terbarukan meningkat 11,5 persen menjadi USD334 juta seiring peningkatan produksi listrik panas bumi dan bertambahnya kapasitas pasca penyelesaian proyek retrofit, serta kinerja pembangkit listrik tenaga angin.
EBITDA perseroan juga tergerus 45 persen ke posisi USD1,08 miliar dari periode tahun sebelumnya USD1,97 miliar.
Per 30 Juni 2026, total aset BRPT mencapai USD18,95 miliar, dengan total liabilitas USD12,45 miliar dan ekuitas USD6,49 miliar.
(DESI ANGRIANI)





