Liputan6.com, Jakarta - Kawanan maling motor mengincar kos-kosan dan permukiman yang kendaraannya minim pengamanan. Modus lama menggunakan kunci T masih mendominasi aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Tangerang Kota menjadi salah satu wilayah yang cukup banyak terjadi kasus curanmor. Kondisi itu terlihat dari hasil pengungkapan selama Operasi Berantas Jaya 2026.
Advertisement
“Seluruh wilayah ada. Seluruh Polres termasuk wilayah aglomerasi, Bekasi, Depok, Tangerang Kota,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
“Tangerang Kota cukup banyak karena berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Biro Ops, laporan polisi yang cukup banyak di Tangerang Kota dan ini juga kita berhasil cukup signifikan di Tangerang Kota,” tambahnya.
Ia mengatakan, pihaknya mengidentifikasi kawanan curanmor masih menggunakan cara lama. Kunci T menjadi salah satu alat yang banyak digunakan untuk membobol kendaraan.
Pelaku mencari sasaran di tempat kos dan perkampungan. Sepeda motor yang tidak dilengkapi kunci pengaman tambahan menjadi sasaran empuk.
“Modus operandi lama, menggunakan kunci T. Hanya memang mereka banyak menyasar di tempat-tempat kos, kemudian di perkampungan yang tanpa ada kunci ganda dari pemilik motor. Itu cukup banyak,” ungkap Dekananto.
Dalam Operasi Berantas Jaya yang digelar 4-18 Juli 2026, jajaran Polda Metro Jaya membekuk 729 tersangka dari pengungkapan 769 kasus curanmor. Dari ratusan tersangka itu, 35 orang merupakan residivis. Sedangkan 694 lainnya tercatat bukan residivis.
“Dari 729 tersangka ini ada 35 residivis dan 694 nonresidivis,” kata Dekananto.
Para pemain lama menjadi perhatian polisi. Jajaran reserse melakukan pemantauan terhadap residivis curanmor yang telah keluar dari lembaga pemasyarakatan.
“Karena memang dia residivis di bidang curanmor, biasanya setelah keluar dari LP mainnya curanmor. Makanya beberapa yang ditangkap ini adalah upaya monitoring, surveilans para residivis pelaku curanmor,” ujarnya.
Dekananto menyebut tren curanmor mulai menurun dibandingkan tahun lalu setelah polisi menggencarkan penindakan.
Namun, pengejaran pelaku tidak akan dikendurkan meski Operasi Berantas Jaya telah selesai.
“Tahun lalu cukup tinggi, tapi setelah kita lakukan upaya penindakan ini sudah mulai menurun. Tetapi kami tidak mengendorkan. Tetap gaspol untuk pengungkapan ini,” tegasnya.
Tak hanya penindakan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan patroli digelar berjenjang untuk mencegah kejahatan.
Patroli skala kecil dilakukan Polsek bersama Koramil, skala menengah melibatkan Polres dan Kodim, sedangkan patroli skala besar dilakukan Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya.




