Pemerintah Percepat Pembangunan Kawasan Garam Nasional K-SIGN

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah meninjau perkembangan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk mempercepat swasembada garam. Proyek tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi garam nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Peninjauan dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto pada Kamis (30/7). Turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Direktur Utama PT Garam Abraham Mose, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah, dan Direktur Operasi I PT Nindya Karya Fatchurrohman.

Baca Juga
  • Dari Kearifan Lokal ke Inovasi, Kolaborasi Jadi Fondasi Kedaulatan Pangan Papua
  • BI Waspadai Inflasi Pangan yang Masih Tinggi
  • Kalsel Perkuat Budi Daya Ikan Haruan di HST Demi Ketahanan Pangan

Zulkifli Hasan mengatakan, pembangunan K-SIGN diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Rote Ndao maupun Nusa Tenggara Timur melalui peningkatan produksi garam dalam negeri.

“Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” kata Zulkifli berdasarkan siaran pers Nindya Karya, Jumat (31/7/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut dia, percepatan pembangunan kawasan garam akan terus dilakukan sesuai arahan Presiden. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar proyek tersebut dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sebagai kontraktor pelaksana, PT Nindya Karya membangun infrastruktur kawasan pergaraman terpadu yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi garam nasional.

Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah mengatakan, pembangunan kawasan tersebut menjadi salah satu dukungan perusahaan terhadap program swasembada garam nasional.

“Pembangunan K-SIGN menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk terus mendukung peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong terciptanya kemandirian industri garam Indonesia,” kata Firmansyah.

Ia menambahkan, perusahaan akan mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, ketepatan waktu penyelesaian, dan prinsip keberlanjutan agar kawasan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir serta memperkuat rantai pasok garam nasional.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Turunkan Harga Pertamax Menjadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Syifak Curi Tas di Jok Motor Orang: Isinya Rp 5 Ribu, Divonis Penjara 4 Bulan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Profil 3 Kandidat Polisi Inovatif Hoegeng Awards 2026
• 14 jam laludetik.com
thumb
OCBC (NISP) Bukukan Laba Rp2,7 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tumbuh 11 Persen
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemhan tutup diklat Bela Negara manajer Koperasi Merah Putih
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.