Misteri 13 Jam Terakhir Sutrimo

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mendalami rangkaian peristiwa yang dialami Sutrimo sejak terakhir terlihat hidup hingga jenazahnya dikirim ke Banyumas, Jawa Tengah. Sejumlah saksi, termasuk orang terakhir yang bertemu korban, sopir ambulans, hingga pemilik perusahaan ambulans telah dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa lima saksi berinisial AZ, MOP, MZ, MA, dan AAS. Keterangan mereka digunakan untuk menyusun kronologi sejak Sutrimo terakhir terlihat hingga jenazahnya diberangkatkan ke Banyumas.

Advertisement

BACA JUGA: Polisi Panggil Dokter Dalami Kabar Sutrimo Meninggal dengan Mulut Berbusa

“Sudah ada beberapa saksi yang kita mintai keterangan, termasuk orang yang mengantar, menemukan pertama, orang yang memesan ambulans, termasuk orang yang berada di rumah sakit,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Salah satu saksi yang diperiksa adalah MA, yang mengenal Sutrimo dan menjadi orang terakhir yang bertemu korban. Berdasarkan penyelidikan, MA terakhir bertemu Sutrimo di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sekitar 13 jam kemudian, pada Kamis (23/7/2026) pukul 09.10 WIB, Sutrimo dibawa menggunakan ambulans dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Ambulans tersebut dikemudikan AAS, yang juga telah dimintai keterangan penyidik.

Penyelidikan kemudian berlanjut pada perjalanan jenazah menuju Banyumas. Polisi memeriksa AZ, pengemudi ambulans yang membawa jenazah ke Banyumas.

Selain itu, penyidik juga memeriksa MOP, pengemudi ambulans tujuan Banyumas. Berdasarkan keterangannya, ia bertemu seseorang bernama Mahmud di RS Muhammadiyah Taman Puring dan membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke mobil ambulans.

Saksi lainnya, MZ, merupakan pemilik PT Zen Ambulance. Berdasarkan hasil pemeriksaan, MZ dihubungi seseorang berinisial S, pemilik PT Bintang Medika Ambulance, untuk mengantar jenazah ke Banyumas.

“Beberapa rangkaian penyelidikan yang saat ini masih ataupun sedang dilakukan sampai dengan jenazah itu dikirim ke satu wilayah di Jawa Tengah,” ujar Budi.

Selain memeriksa para saksi, polisi juga mencocokkan keterangan yang diperoleh dengan barang bukti lain, termasuk rekaman CCTV serta video ambulans dan keranda jenazah yang telah beredar di media sosial.

“Termasuk video-video yang beredar, ambulans, keranda jenazah yang dibawa, ada CCTV. Ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik,” kata Budi.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjualan Esa Medika (EMMI) Melonjak Empat Kali Lipat di Semester I-2026
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia pada Jumat Pagi
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Dipilih Bukan untuk Memenangkan Siurvei
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Sebelum Prabowo Kumpulkan Kadin, Teddy Terima Arsjad Rasjid
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Prakiraan Cuaca Kota Bandung Sabtu 1 Agustus, Berawan Suhu 18-30 Derajat
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.