KOMPAS.TV - Ribuan migran dari Maroko nekat berenang menyeberangi lautan menerobos masuk ke Ceuta, wilayah otonom Spanyol di pesisir utara Afrika.
18 orang dilaporkan tewas saat berupaya menyeberang.
Berbondong-bondong, ribuan migran asal Maroko ini berenang memadati pesisir wilayah Ceuta milik Spanyol.
Sedangkan sebagian lainnya menerobos pagar perbatasan dan berlari masuk ke wilayah kota.
Para pengungsi ini datang tanpa membawa apa pun, hanya baju yang melekat di tubuhnya.
Petugas yang berjaga di perbatasan pun dibuat kewalahan karena banyaknya jumlah migran yang berusaha menerobos masuk ke Ceuta.
Sebagian besar dari mereka yang tiba dilaporkan berasal dari Maroko, bersama dengan beberapa warga Aljazair yang telah tinggal di Maroko.
Mereka masuk ke Ceuta secara ilegal. Sebanyak 18 orang dilaporkan meninggal akibat berupaya menerobos wilayah perbatasan.
Presiden Regional Ceuta menyerukan pemerintah untuk menyatakan keadaan darurat nasional karena pusat-pusat penerimaan pengungsi di Ceuta telah melebihi kapasitas akibat lonjakan migran ilegal.
Pihak pemerintah Spanyol sedang mengerahkan segala upaya untuk memberikan tanggapan segera terhadap situasi di Ceuta.
Gelombang pengungsi ini merupakan yang terbesar yang melanda Ceuta sejak Mei 2021, ketika itu sekitar 10.000 migran menyeberang ke wilayah tersebut selama perselisihan diplomatik antara Spanyol dan Maroko.
#migran #spanyol #maroko
Baca Juga: Rekaman Detik-Detik Ledakan Gudang Petasan di Meksiko, Satu Orang Tewas | BERUT
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- migran
- maroko
- spanyol





