Sanksi Eropa Dekati 3.000 Target, Begini Cara Rusia Menembus Blokade Barat

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah kapal tanker yang telah dikenai sanksi Uni Eropa dan Inggris dilaporkan terus membocorkan minyak di lepas pantai Oman, Jumat (31/7/2026). Kapal bernama Caroline Bezengi itu sebelumnya memuat minyak Rusia di Pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam, sebelum memulai pelayaran terakhirnya.

Citra satelit pada 28 Juli yang diverifikasi Reuters memperlihatkan lapisan minyak berwarna gelap di dekat kapal tersebut. Bercak minyak yang lebih ringan juga terlihat di sebelah utara Pulau al-Qibliyyah, dekat pesisir Oman, yang merupakan bagian dari kawasan laut dilindungi.

Baca Juga
  • Pemerintah Percepat Pembangunan Kawasan Garam Nasional K-SIGN
  • Ibu Bocah di KBB yang Disiksa Ayah Kandung Ungkap Pelaku Ringan Tangan
  • Mimpi Netanyahu Membentuk Timur Tengah Baru Semakin Menguap?

Kapal itu pertama kali melaporkan masalah pada 8 Juni di dekat Pelabuhan Mukalla, Yaman. Dua sumber keamanan maritim mengatakan penilaian awal mengindikasikan terjadinya ledakan di atas kapal. Namun, penyebab ledakan tersebut belum diketahui dan belum dapat dipastikan apakah berkaitan dengan serangan atau konflik yang sedang berlangsung di kawasan.

Organisasi Maritim Internasional atau IMO mengatakan kapal tersebut belum pecah. Namun, pemerintah dan otoritas terkait masih membahas penanganan risiko keselamatan dan pencemaran. Musim monsun yang mencapai puncak pada Juli dan Agustus dikhawatirkan dapat memperluas penyebaran minyak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Insiden itu menjadi gambaran terbaru mengenai tantangan yang dihadapi Barat dalam membendung perdagangan energi Rusia. Kapal tersebut sudah masuk daftar sanksi, tetapi tetap dapat memuat dan membawa minyak Rusia menggunakan jaringan pelayaran di luar sistem maritim konvensional Barat.

Peristiwa di Oman terjadi hanya delapan hari setelah Uni Eropa mengesahkan paket sanksi ke-21 terhadap Rusia pada Kamis (23/7/2026). Paket tersebut menjadi gelombang pencantuman individu dan badan hukum terbesar yang diberlakukan Uni Eropa dalam empat tahun terakhir.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengetuk pintu demi data untuk menjaga arah kebijakan negara
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Hampir 1 Juta Remaja Usia 15-24 Tahun di RI Konsumsi Obat Penenang
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Francisco Rivera Tegaskan Persebaya Tak Boleh Kehilangan Identitas saat Jumpa Port FC di Piala Presiden 2026
• 9 jam lalubola.com
thumb
Warga RI Masih Sulit Punya Rumah, Masuk Peringkat 166 dari 181 Negara
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Balita di Makassar Dibawa Paksa 3 Orang Jadi Jaminan, Diduga gegara Utang Arisan Online
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.