Kepala BGN: Saya Gemas MBG Dibilang Habiskan Anggaran Negara

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengaku gemas melihat komentar di media sosial yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghabiskan anggaran negara dan membuat program pemerintah lain tidak berjalan.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono menanggapi anggapan bahwa anggaran negara banyak terserap untuk MBG, sehingga program lain seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan jembatan menjadi terhambat.

“Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/7/2026) yang dikutip Antara.

Menurut Sudaryono, MBG memang butuh anggaran besar. Tapi, bukan berarti tidak membuat pemerintah menghentikan program pembangunan di sektor lain.

Ia mencontohkan sektor pertanian. Sudaryono menyebut, persoalan ketersediaan pupuk sudah jadi perhatian pemerintah sejak sebelum MBG berjalan. Setelah program MBG dilaksanakan, pemerintah tetap berupaya mencukupi kebutuhan pupuk dan memberikan kebijakan harga yang lebih terjangkau.

Hal yang sama juga dilakukan pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi. Pemerintah, kata Sudaryono, tetap mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pertanian meski MBG membutuhkan dana besar.

“Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi,” kata Sudaryono.

Kepala BGN juga menyoroti isu sekolah rusak yang kerap dikaitkan dengan anggaran MBG. Ia menegaskan kerusakan sekolah bukan disebabkan oleh adanya program tersebut.

Menurutnya, persoalan sekolah rusak sudah ada sejak sebelum MBG dilaksanakan. Saat ini, pemerintah justru sedang melakukan perbaikan secara bertahap dalam jumlah besar.

“Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah,” ujarnya.

Selain perbaikan sarana pendidikan, Sudaryono menyebut pemerintah tetap memberi perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer.

Karena itu, ia meminta masyarakat melihat kebijakan pemerintah secara utuh dan tidak langsung menyimpulkan bahwa alokasi anggaran untuk MBG otomatis mengorbankan sektor lain.

“MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan,” kata Sudaryono. (ant/bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Soroti Pagar Tinggi di Mal: Jakarta Butuh Lebih Banyak Pohon
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Chairul Tanjung Terharu di Tahun Kelima Hoegeng Awards: Cerminan Dedikasi
• 18 jam laludetik.com
thumb
Senator Papua Tengah Buka LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kemendag Sebut Harga Referensi CPO Agustus Turun Dipicu Lesunya Permintaan
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Permintaan iPhone dan Layanan Digital Dorong Kinerja Keuangan Apple pada Kuartal III
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.