Telur Ceplok Vs Telur Dadar Mana Paling Sehat? Ini Kata Ahli IPB

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Telur Omelet (Dok. Freepik/Timolina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memilih telur ceplok atau telur dadar sering kali menjadi perdebatan, terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga pola makan sehat. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa secara umum telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama.

Perbedaan utamanya terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan selama proses pengolahan.

Baca: Daftar 10 Superfood Buat Penderita Diabetes

"Secara umum tidak ada perbedaan kandungan gizi yang berarti antara telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak," ujarnya dikutip Sabtu (1/8/2026).


Ia menambahkan, telur dadar berpotensi memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih tinggi karena cenderung menyerap lebih banyak minyak.
Selain itu, penambahan bahan seperti keju, tepung, sosis, atau daging cincang juga dapat meningkatkan nilai energi pada hidangan tersebut.

Lebih lanjut, Karina menerangkan bahwa proses memasak justru memberikan manfaat terhadap kualitas protein telur. Menurutnya, pemanasan menyebabkan protein mengalami denaturasi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap tubuh.

"Proses memasak telur dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein hingga sekitar 91%, jauh lebih tinggi dibandingkan telur mentah yang hanya sekitar 51%," jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar telur tidak dimasak pada suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama. Suhu memasak yang dianjurkan berkisar 60-80 derajat Celsius, sedangkan pemanasan di atas 150-160 derajat Celsius berpotensi merusak sebagian asam amino dan menurunkan kualitas gizinya.

Bagi masyarakat yang sedang menjaga berat badan, Karina menyarankan metode memasak tanpa minyak, seperti merebus, membuat poached egg, atau mengukus.

Namun, ia menegaskan bahwa telur ceplok maupun telur dadar tetap dapat menjadi pilihan selama penggunaan minyak dibatasi, misalnya dengan memanfaatkan wajan anti lengket atau minyak semprot.

Selain itu, Karina meluruskan anggapan bahwa kuning telur sebaiknya dihindari karena kandungan kolesterolnya.

Ia menjelaskan bahwa kuning telur justru kaya akan vitamin dan mineral penting. Berdasarkan berbagai penelitian terbaru, konsumsi telur tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca: Sering Diabaikan, Waspada Diabetes dan Hipertensi Bisa Picu Kebutaan

Menurutnya, peningkatan kolesterol darah lebih dipengaruhi oleh konsumsi pangan tinggi lemak jenuh dan lemak trans yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber kolesterol.

Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak ragu mengonsumsi telur sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang dengan tetap memperhatikan cara pengolahannya.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Menguat, Pasar Cermati Harga Minyak dan Inflasi AS
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mengapa Banyak Pendatang Tumbang di Tibet? Ini Rahasia Pengobatan Kuno yang Bertahan 1.000 Tahun
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Link Live Streaming Piala Presiden 2026: Persija Jakarta Vs PSMS Medan
• 3 jam lalubola.com
thumb
Pram Sebut Gerakan Pilah Sampah Sudah Jangkau RT/RW Usai Terbitnya Ingub Nomor 5
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Aston Villa Antusias Sambut Laga Perdana di GBK, Mings Puji Fasilitas
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.