Ribut-ribut Deddy PDIP Vs Wartawan Parlemen Berbuntut Panjang

detik.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pernyataan anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus soal 'kayak sirkus' saat rapat Komisi II DPR berbuntut panjang. Kini, Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) melaporkan Deddy Sitorus ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Dirangkum detikcom, Jumat (31/7/2026), peristiwa bermula saat wartawan memantau rapat Komisi II DPR RI di depan ruang rapat Komisi II, gedung Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Lalu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terlihat mendatangi ruang rapat.

Baca juga: Dilaporkan Wartawan Parlemen ke MKD DPR, Ini Respons Deddy PDIP

Wartawan terlihat mendokumentasikan kehadiran Dasco yang berjalan menuju ruangan. Kemudian, pintu ruang rapat Komisi II DPR yang semula tertutup langsung terbuka dan Dasco tampak memasukinya. Wartawan juga ikut menyerbu masuk.

Tak lama dari momen itu, terdengar suara Deddy Sitorus mengatakan 'kayak sirkus'. Deddy juga terdengar berucap 'ke atas'. Atas hal ini, Koordinatoriat Wartawan Parlemen keberatan dengan pernyataan Deddy Sitorus.

Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP Erwin Syahputra mengaku keberatan dengan pernyataan Deddy karena menganggap Deddy telah menyebut wartawan kayak sirkus. Ia mengatakan KWP memberikan waktu 1x24 jam kepada Deddy Sitorus untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Pada hari ini kami merasa dihina, dilecehkan oleh anggota DPR RI di mana tadi pada acara liputan di Komisi II, yang mana rapat agenda tersebut secara terbuka boleh untuk dilakukan liputan. Namun, atas tindakan dan ucapan yang dilakukan oleh Saudara Deddy Sitorus, yang menyatakan bahwa kami wartawan ini seperti gerombolan sirkus, itu kami anggap pelecehan yang sangat luar biasa," ujarnya dalam konferensi pers di DPR, Kamis (30/7).

Sementara itu, Deddy Sitorus membantah menyebut wartawan sebagai 'gerombolan sirkus' saat rapat Komisi II DPR. Deddy menegaskan ucapannya ditujukan pada situasi rapat yang dinilainya semrawut.

"Yang saya protes TA dan staf yang bergerombol di dalam, padahal sudah disediakan tempat di balkon. Coba Anda periksa rekamannya, ada nggak saya sebut wartawan? Jangan memfitnah!" ujar Deddy saat dihubungi, Kamis (30/7).

"Sebagai wartawan, baiknya lakukan check and recheck dulu sebelum bereaksi," tambahnya.


(amw/amw)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update kasus TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Tetapkan Tersangka Baru, Saksi Ferry Dititip ke LPSK
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Jalan Setahun, Mensos Sebut Siswa Sekolah Rakyat Torehkan Ratusan Prestasi
• 1 jam laludetik.com
thumb
Fenomena Mal Dipasang Pagar, Gubernur Pramono hingga Pengusaha James Riady Buka Suara
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Limpahkan Berkas Perkara Yaqut ke Pengadilan Tipikor Soal Kasus Korupsi Kuota Haji
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Hotel Pullman Central Park Kebakaran, Pengunjung Dievakuasi ke Luar Gedung
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.