BMKG Peringatkan Kekeringan Ekstrem di NTB, 17 Kecamatan Berstatus Awas

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus awas kekeringan meteorologis akibat musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino. Kondisi tersebut meningkatkan risiko krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan, Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima tidak mencatat hujan selama 74 hari berturut-turut.

Baca Juga
  • Dikawal Amerika, Dua Kapal Tanker Tetap tak Lolos dari Serangan Iran
  • Typhoon Eropa Masuki Era Radar Baru, Mampukah Menundukkan Su-35S Rusia?
  • Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Tiga Jenis BBM per 1 Agustus

"Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima tidak mencatat adanya hujan selama 74 hari berturut-turut. Kedua daerah itu masuk kategori kekeringan ekstrem karena sudah lebih dari dua bulan tanpa hujan," kata Suci di Mataram, Sabtu (1/8/2026).

Suci menjelaskan, tujuh daerah yang berstatus awas kekeringan meliputi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta Kota Bima.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Saat ini terdapat 17 kecamatan di tujuh daerah tersebut yang berada pada level tertinggi peringatan dini kekeringan meteorologis.

Menurut Suci, fenomena El Nino yang semakin menguat selama musim kemarau tahun ini menyebabkan periode tanpa hujan terus bertambah panjang di sejumlah wilayah.

Kondisi El Nino diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa bulan ke depan. Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini berada pada fase netral diproyeksikan berubah menjadi fase positif pada September hingga Desember 2026.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daihatsu Tambah Amunisi di GIIAS 2026, Bawa Sigra Facelift hingga Terios Edisi Terbatas
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Muktamar Ke-35 Dinilai Perlu Kembalikan NU Sebagai Kekuatan Moral dan Intelektual Bangsa
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kasus Pertamina Disorot, Ahli Nilai Hakim Langgar Prinsip Business Judgment Rule
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kedatangan Prabowo-Gibran di Zikir dan Doa Kebangsaan Monas Dikawal Ketat, Jibom dan K9 Dikerahkan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
12 Rumah Asrama Polisi di Solo Ludes Terbakar
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.