Islamabad: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut kemajuan implementasi rencana perdamaian Gaza yang dimediasi Amerika Serikat (AS) bersama Mesir, Qatar, dan Turki.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi langkah penting menuju penyelesaian konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.
Rencana yang sedang didorong untuk diimplementasikan meliputi pelucutan senjata kelompok Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
"Pakistan menyambut perkembangan menuju implementasi proses pelucutan senjata (Hamas) berdasarkan Gaza Peace Plan," ujar Sharif, dikutip dari Yeni Safak, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia menilai pendekatan bertahap tersebut memberikan peluang nyata untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Sharif juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara mediator, yakni Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Turki, atas peran mereka dalam mendorong kemajuan proses perdamaian.
"Negara-negara mediator, termasuk Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Turki, patut mendapat apresiasi atas upaya mereka dalam mencapai kemajuan ini. Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, ini merupakan pencapaian penting bagi Board of Peace," katanya. Rencana Perdamaian Gaza Rencana Perdamaian Gaza yang dimediasi Presiden AS Donald Trump setelah tercapainya gencatan senjata pada Oktober mencakup sejumlah tahapan penyelesaian konflik.
Kerangka tersebut mengatur pembebasan seluruh sandera Israel yang masih ditahan di Gaza sebagai imbalan pembebasan tahanan Palestina di penjara Israel, disertai penghentian permanen permusuhan.
Selain itu, rencana tersebut juga mengusulkan pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa melibatkan Hamas, pembentukan pasukan keamanan gabungan yang terdiri atas personel Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab serta negara-negara Islam, serta program rekonstruksi besar-besaran bagi wilayah Gaza yang hancur akibat perang. Tegaskan Dukungan bagi Negara Palestina Dalam pernyataannya, Sharif kembali menegaskan dukungan Pakistan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
Ia juga menegaskan dukungan Islamabad terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan memiliki wilayah yang berkesinambungan berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sharif berharap seluruh komitmen dalam rencana perdamaian tersebut dapat segera diimplementasikan. Menurutnya, tekanan berkelanjutan dari komunitas internasional tetap diperlukan agar penyelesaian damai yang permanen dapat terwujud.
Baca juga: Hamas Konfirmasi Kesepakatan Pelucutan Senjata yang Diumumkan Trump



