ZURICH, KOMPAS.TV - Presiden FIFA Gianni Infantino membatalkan rencana menjual sebagian bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah proposal tersebut memicu penolakan luas dari konfederasi sepak bola dunia hingga pejabat internal FIFA.
Infantino sebelumnya mengusulkan pembentukan perusahaan baru senilai 20 miliar dolar AS yang akan mengelola bisnis komersial FIFA, termasuk Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, dan Piala Dunia Antarklub.
Dalam proposal itu, 20 persen saham perusahaan akan dimiliki investor swasta, dengan perusahaan investasi asal New York yang didirikan Joshua Kushner disebut sebagai investor utama.
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan berturut-turut dari UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Bahkan, penolakan juga datang dari orang-orang terdekat Infantino di FIFA.
Infantino mengatakan proposal itu akhirnya dibatalkan setelah berbagai masukan menunjukkan rencana tersebut justru memicu perpecahan di dunia sepak bola.
"Tujuan kami selalu, dan akan selalu, menyatukan serta memajukan sepak bola. Karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan," kata Infantino dalam pernyataannya melalui AP, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Pejabat Senior FIFA Mengundurkan Diri Buntut Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia
UEFA hingga AFC Tolak Proposal InfantinoGelombang penolakan menguat setelah UEFA yang mewakili 55 federasi anggotanya menyatakan siap memboikot Piala Dunia maupun seluruh kompetisi FIFA apabila proposal tersebut tetap dijalankan. Setelah itu, AFC dan CONCACAF juga menyatakan menolak rencana Infantino.
UEFA menilai Piala Dunia tidak boleh menjadi aset yang diperjualbelikan kepada investor.
"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual," demikian pernyataan UEFA.
UEFA juga menegaskan Piala Dunia merupakan milik sepak bola.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- Gianni Infantino
- FIFA
- Piala Dunia
- UEFA
- AFC
- CONCACAF





