Pantau - Pemerintah Spanyol menyatakan hampir seluruh imigran yang memasuki wilayah Ceuta telah kembali ke Maroko di tengah krisis migrasi yang melanda kawasan perbatasan tersebut.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan integritas wilayah Schengen tetap terjaga dan meminta publik menghentikan penyebaran informasi yang menyesatkan terkait situasi di Ceuta.
"Kunjungan dari Ceuta dan Melilla ke Spanyol daratan tidak mungkin dilakukan tanpa identifikasi pada pos pemeriksaan kepolisian," ungkap Albares.
"Integritas area Schengen dapat dijamin penuh. Hentikan semua misinformasi yang disengaja," tegasnya.
Repatriasi Berlangsung di Tengah Krisis MigrasiSebelumnya, kantor berita Spanyol EFE melaporkan ratusan imigran melintasi perbatasan keluar Ceuta menuju Maroko seiring adanya kesepakatan repatriasi antara kedua negara.
Sejumlah imigran juga mengaku mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar karena banyak toko, pasar swalayan, dan restoran di Ceuta tutup.
Garda Sipil Spanyol bersama satuan Regulares No. 54 dari Angkatan Darat Spanyol dikerahkan di sepanjang kawasan pantai Tarajal untuk mencegah masuknya imigran melalui jalur laut.
Puluhan Orang Dilaporkan TewasOtoritas Spanyol menyatakan sedikitnya 57 orang meninggal dunia dalam krisis migrasi yang terjadi di Ceuta.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyebut masuknya imigran secara massal ke Ceuta sejak Kamis sebagai "serangan" dan "pelanggaran terhadap keutuhan wilayah Spanyol."
Ia juga berjanji pemerintah akan segera memulihkan situasi di wilayah tersebut.




