Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai di media sosial Threads, unggahan yang menampilkan pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta Selatan memasang pagar besi tinggi di area terluarnya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pihak mal untuk membongkar.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono kepada wartawan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Pramono menilai rasa kekhawatiran dari pihak mal yang berlebihan dengan memasang pagar tinggi tentu bukanlah hal yang positif. Pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri agar meyakini kepada semua bahwa Jakarta aman.
"Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta. Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan nggak. Saya yakin nggak, saya yakin nggak," bebernya.
Pramono pun memastikan bahwa Jakarta aman.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, menegaskan pemasangan pagar bukan dilakukan karena adanya ancaman kerusuhan. Menurutnya, tujuan utama pemasangan pagar adalah untuk menata akses keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib.
"Ya sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan gitu loh, arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja, sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar gitu kan," ujar Alphonzus menjawab pertanyaan CNBC Indonesia saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis lalu dikutip Sabtu (1/8/2026).
Ia mengatakan, sebenarnya penggunaan pagar bukan hal baru di pusat perbelanjaan. Sejumlah mal bahkan sudah menggunakan pagar sejak pertama kali beroperasi.
"Tetapi kan kalau kita lihat sebetulnya, yang pasang pagar ini kan kebetulan saja ini. Tapi kan sebelumnya banyak juga pusat belanja yang sudah berdiri sejak awal dengan pagar gitu kan. Jadi saya kira tujuan utamanya dari para pengelola adalah seperti itu. Untuk lebih menertibkan akses keluar masuk begitu ya," katanya.
Selain untuk pengaturan lalu lintas pengunjung, Alphonzus mengatakan pagar juga berfungsi sebagai perimeter keamanan bagi pusat perbelanjaan, yang lokasinya berdekatan dengan titik-titik yang kerap menjadi lokasi aksi demonstrasi.
"Tetapi sekaligus juga tentunya, beberapa teman-teman pusat perbelanjaan yang berada di dekat dengan pusat-pusat kegiatan demonstrasi. Itu juga kan sering terjadi demonstrasi-demonstrasi di beberapa wilayah tertentu begitu. Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu batas pengamanan lah begitu. Terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung begitu ya," jelas dia.
Saat ditanya apakah pemasangan pagar merupakan langkah antisipasi jika terjadi kerusuhan, Alphonzus membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan, pengamanan yang dimaksud lebih kepada pengaturan akses dan perlindungan area mal dari aktivitas demonstrasi yang berlangsung di sekitar lokasi.
"Saya kira kerusuhan tidak ya. Tadi tujuan utamanya, satu, adalah menertibkan akses keluar masuk pengunjung begitu. Supaya bisa terpusatkan, kalau enggak kan masuk keluar dari mana saja begitu," kata Alphonzus.
"Kedua, saya kira lebih untuk bisa memberikan batas apa ya istilahnya itu. Jadi ya bukan kerusuhan. Tapi adalah situasi di mana beberapa pusat perbelanjaan itu kan dekat dengan kegiatan-kegiatan demonstrasi. Dan saya kira demonstrasi kan tidak dilarang sepanjang itu memang ada izinnya begitu. Tapi kan kembali lagi bagaimana itu bisa memberikan batas untuk dari sisi perimeter keamanan lah begitu ya. Saya kira lebih ke arah sana," pungkasnya.
Pemasangan pagar tinggi bukan hanya terjadi di Jakarta, salah satu mal besar di Bekasi juga melakukan hal yang sama. Sebelumnya, mal-mal di Surabaya juga sudah melakukan hal yang sama.
(wur)




