Selain itu, kini Gemini Spark juga dapat memanfaatkan kata sandi yang tersimpan di browser untuk menjalankan berbagai aktivitas web atas nama pengguna, tentunya setelah memperoleh izin terlebih dahulu.
Mengutip Digital Trends, kemampuan baru ini merupakan bagian dari fitur Chrome Auto Browse, memungkinkan Gemini Spark berinteraksi langsung dengan situs web menggunakan sesi login aktif di Chrome.
Sebelumnya, Spark hanya mengandalkan browser virtual berbasis cloud yang tidak memiliki akses ke akun maupun kredensial pengguna, sehingga kemampuannya terbatas pada situs yang dapat diakses secara publik.
Dengan integrasi tersebut, Spark dapat membantu menyelesaikan berbagai tugas berulang, seperti mencari penerbangan, memulai proses pemesanan tiket, menjadwalkan kunjungan apartemen yang telah disimpan, hingga mengisi formulir di situs web yang sudah pernah digunakan pengguna.
Kendati demikian, Google menegaskan bahwa tindakan sensitif, seperti melakukan pembayaran atau mengirimkan informasi penting, tetap memerlukan persetujuan pengguna sebelum diproses. Chrome Auto Browse Perluas Kemampuan Gemini Spark Integrasi dengan Chrome menjadi salah satu peningkatan terbesar yang diterima Gemini Spark sejak pertama kali diperkenalkan. Kini, agen AI tersebut tidak hanya mampu mencari informasi atau menyusun ringkasan, tetapi juga dapat menjalankan proses multi-langkah secara langsung di browser desktop milik pengguna.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Spark mencarikan tiket pesawat menuju tujuan tertentu. Setelah menemukan opsi yang sesuai, Spark dapat membuka situs maskapai atau agen perjalanan, menggunakan akun yang sudah login di Chrome, mengisi sebagian informasi pemesanan, lalu menyerahkan proses akhir kepada pengguna untuk konfirmasi pembayaran.
Pendekatan serupa juga dapat diterapkan pada aktivitas lain, seperti memesan restoran atau menjadwalkan kunjungan ke properti yang sebelumnya telah disimpan. Google menjelaskan bahwa fitur ini bekerja melalui kemampuan Auto Browse yang sebelumnya telah diperkenalkan di Chrome.
Saat Spark mulai mengendalikan browser, pengguna akan melihat indikator khusus pada bagian atas Chrome sebagai penanda bahwa agen AI sedang menjalankan tugas. Dengan demikian, pengguna tetap mengetahui kapan browser sedang dioperasikan oleh Spark.
Selain Chrome Auto Browse, Gemini Spark juga telah mendukung berbagai layanan lain, seperti Connected Apps untuk Workspace dan Google Search, Personal Intelligence, Canvas, hingga kemampuan menjalankan komputer virtual dengan eksekusi kode.
Integrasi terbaru ini semakin memperluas cakupan tugas yang dapat dilakukan Spark secara mandiri.
Google Terapkan Sejumlah Lapisan Keamanan Karena fitur baru ini melibatkan akses ke akun yang telah login dan kata sandi yang tersimpan di Chrome, aspek keamanan menjadi perhatian utama Google. Google menyatakan bahwa Spark hanya dapat menggunakan akun dan password setelah memperoleh izin dari pengguna.
Saat pertama kali menghubungkan Spark dengan Chrome pada suatu perangkat, pengguna harus memberikan persetujuan terlebih dahulu. Setelah itu, setiap tugas yang melibatkan penjelajahan web tetap akan meminta konfirmasi sebelum dijalankan.
Google juga menyematkan perlindungan terhadap prompt injection, yaitu teknik serangan yang memanfaatkan instruksi tersembunyi pada halaman web untuk mencoba memengaruhi perilaku agen AI.
Menurut Google, Chrome Auto Browse dirancang agar mampu mendeteksi dan mengurangi risiko serangan semacam itu selama Spark menjalankan tugas di internet. Kendati Spark dapat mengakses akun yang telah login, Google memastikan pengguna tetap memegang kendali penuh terhadap aktivitas yang bersifat sensitif.
Proses pembayaran, konfirmasi transaksi, maupun tindakan penting lainnya akan dikembalikan kepada pengguna untuk disetujui secara manual. Pendekatan ini bertujuan mengurangi risiko apabila terjadi kesalahan selama proses otomatisasi. Diluncurkan Bertahap, Awalnya Khusus Amerika Serikat Bersamaan dengan pengumuman fitur Chrome Auto Browse, Google juga memperluas ketersediaan Gemini Spark. Layanan ini kini mulai tersedia bagi pelanggan Google AI Pro di lebih dari 160 negara tambahan di luar wilayah peluncuran awal.
Namun demikian, integrasi Chrome Auto Browse belum langsung tersedia secara global. Untuk tahap awal, fitur tersebut hanya diluncurkan bagi pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra di Amerika Serikat, dengan rencana ekspansi ke wilayah lain pada masa mendatang.
Selain itu, kemampuan tersebut saat ini hanya dapat digunakan melalui Chrome versi desktop, sehingga pengguna perangkat seluler masih harus menunggu dukungan resmi. Langkah ini memperlihatkan arah baru pengembangan Gemini dari sekadar chatbot menjadi agen AI yang mampu menyelesaikan pekerjaan secara mandiri.
Dengan memanfaatkan browser yang telah berisi akun dan kredensial pengguna, Spark dapat menangani tugas digital yang sebelumnya harus dilakukan secara manual. Kendati menawarkan tingkat otomatisasi lebih tinggi, Google tetap menekankan pentingnya kontrol pengguna melalui sistem izin, konfirmasi untuk tindakan sensitif, serta berbagai mekanisme keamanan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara kemudahan otomatisasi dan perlindungan terhadap data pribadi pengguna.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)





