JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan hari berlalu, tapi kematian seorang pria bernama Sutrimo hingga kini masih menjadi misteri.
Sutrimo ditemukan meninggal di halaman Modernt Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Saksi Lihat Sutrimo di Depan Klinik pada Malam Hari Sebelum Ditemukan Tewas
Kasus ini menyita perhatian publik karena Sutrimo diduga merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Diketahui kini Febrie ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan penanganan perkara PT ASABRI periode 2020–2024.
Namun, hingga kini Polda Metro Jaya belum mau menjelaskan apakah Sutrimo benar merupakan pegawai Febrie maupun penyebab pasti kematiannya.
Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut.
Selidiki CCTVSalah satu upaya yang dilakukan penyidik ialah memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera CCTV dari rumah sakit dan kawasan sekitar lokasi ditemukannya Sutrimo.
"Terkait tentang CCTV yang beredar kami belum bisa menginformasi, karena ini masih ada proses penyesuaian antara CCTV yang beredar dengan fakta sebenarnya dari hasil CCTV yang sudah diminta oleh teman-teman penyidik," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Kematian Sutrimo Masih Misterius, Apa yang Sedang Diselidiki Polisi?
Melalui rekaman CCTV tersebut, polisi menelusuri keberadaan empat orang yang mengantar Sutrimo ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.
Penyelidikan juga difokuskan untuk memastikan apakah Sutrimo meninggal secara wajar atau menjadi korban tindak pidana.
Sebab, sebelumnya beredar dugaan bahwa Sutrimo meninggal akibat dibunuh karena disebut ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.
Namun, pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring menyatakan tidak melihat busa di mulut Sutrimo saat dia tiba di rumah sakit.
Saat itu, Sutrimo diantar dalam balutan selimut berwarna biru oleh empat orang, di mana salah satunya bernama Febrio Adiono. Namun, hingga kini sosok Febrio tak kunjung terungkap.
Periksa lima saksiSelain menelusuri rekaman CCTV, penyidik juga telah memeriksa lima orang saksi.
Mereka terdiri dari pengemudi ambulans asal Banyumas berinisial AZ, petugas rumah sakit berinisial M yang membantu memindahkan jasad Sutrimo, dua manajer pemilik ambulans berinisial MZ dan S, serta rekan Sutrimo berinisial MA.





