Jakarta, VIVA – Arah penyelidikan kasus dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya kini memasuki babak krusial. Polisi menyebut, status perkara tersebut sangat bergantung pada pengakuan langsung Jesslyn yang saat ini berada di luar negeri.
Meski penyidik telah menerima video testimoni dari Jesslyn, rekaman itu belum dianggap cukup untuk memastikan apakah benar terjadi tindak pidana penculikan atau justru korban pergi atas kemauannya sendiri.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra mengatakan, penyidik telah menjadwalkan komunikasi langsung dengan Jesslyn melalui Zoom meeting maupun video call.
"Sudah ada video testimoni. Namun, kami masih meminta komunikasi langsung melalui Zoom meeting atau video call kepada Jesslyn,” ujarnya, dikutip Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurut Roby, pemeriksaan secara virtual diperlukan agar penyidik bisa mendengar langsung kronologi yang dialami Jesslyn sejak meninggalkan sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Dari hasil penyelidikan sementara, Jesslyn diketahui sempat menuju Semarang sebelum akhirnya bertolak ke Bangkok, Thailand.
Penyidik kini mendalami apakah rangkaian perjalanan tersebut dilakukan secara sukarela atau terdapat unsur tekanan maupun paksaan dari pihak lain.
Roby menjelaskan, keterangan Jesslyn nantinya akan menjadi dasar penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam laporan dugaan penculikan tersebut.
"Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” ujarnya.
Karena itu, hingga kini polisi belum dapat menyimpulkan perkara tersebut sebagai kasus penculikan. Menurut Roby, penyidik masih menunggu pengakuan langsung dari Jesslyn sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
“Belum bisa kita pastikan sebelum kita mendapat keterangan langsung dari Jesslyn-nya,” tuturnya lagi.
Sebelumnya, polisi mengungkap Jesslyn meninggalkan Indonesia bersama ibu dan bibinya sehari setelah insiden yang dilaporkan sebagai dugaan penculikan.
“(Jesslyn pergi) Bersama ibu dan bibinya. Terbang dari Indonesia ke Kuala Lumpur lalu ke Bangkok,” ungkap Roby kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.





