Harga Pertamax Turbo Turun Rp 1.000, Warga: Masih Sangat Mencekik

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina jenis Pertamax Turbo turun Rp 1.000 per liter mulai 1 Agustus 2026, sejumlah pengguna mengaku harga BBM tersebut masih terasa "mencekik" dan belum meringankan pengeluaran mereka.

Salah satunya diungkapkan Feri (26), pengguna Pertamax Turbo. Menurut dia, penurunan harga dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter belum memberikan dampak yang berarti.

Feri mengatakan, harga Pertamax Turbo saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu ketika masih berada di kisaran Rp 13.100 per liter.

Menurutnya, lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat penurunan Rp 1.000 per liter belum terasa.

Saat harga Pertamax Turbo masih Rp 13.100 per liter, Feri hanya membutuhkan sekitar Rp 50.000 hingga Rp 60.000 untuk mengisi penuh tangki motornya.

Dengan jumlah tersebut, bensin biasanya cukup digunakan selama tiga hingga tujuh hari, bergantung pada mobilitasnya saat bekerja.

Kini, meski harga telah turun, Feri tetap harus menyiapkan sekitar Rp 120.000 hingga Rp 130.000 untuk mengisi penuh tangki motornya.

"Makanya ini sangat mencekik," ucap Feri saat ditemui Kompas.com di SPBU Minangkabau, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: Per Agustus, Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950, Bagaimana dengan Bahan Bakar Minyak Lainnya?

Baca juga: Pertamax, Turbo, hingga Dexlite Berapa? Cek Harga BBM 1 Agustus 2026

Senada, pengguna Pertamax Turbo lainnya, Inu (24), juga mengaku tidak terlalu merasakan manfaat dari penurunan harga tersebut.

"Menurut saya sih penurunan Rp 1.000 itu enggak ngaruh, masih lumayan mahal lah," kata dia di lokasi, Sabtu.

Inu mengatakan, hingga kini ia masih harus mengeluarkan lebih dari Rp 100.000 untuk mengisi penuh tangki motornya.

Padahal, saat harga Pertamax Turbo masih di Rp 13.100 per liter, biaya untuk mengisi penuh tangki hanya sekitar Rp 60.000.

Sementara itu, pengguna Pertamax RON 92, Tuti (29), juga menilai penurunan harga belum terasa.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Saya biasa mengisi Pertamax RON 92, tadi kan harganya Rp 16.250 per liter menjadi Rp 15.950 cuma Rp 300, mana berasa," ucap Tuti di lokasi yang sama, Sabtu.

Tuti berharap harga Pertamax dapat kembali turun agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hotel di Jakbar Terbakar, Damkar Kerahkan 14 Unit Mobil Pemadam
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Volvo Pamer Lini Elektrifikasi di GIIAS 2026, EX90 Jadi Andalan
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Realisasi PAD Sumut Tembus 50 Persen, Tiga Sektor Pajak Jadi Andalan
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
SAKA Siapkan Pengeboran Sumur Eksplorasi WK Pekawai pada Kuartal III-2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelindo Tunjuk Ubaidillah Amin dan Hambra sebagai Komisaris
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.