Dugaan Pemalakan Sopir Truk Rp1,7 Juta, Dedi Mulyadi Desak Petugas Dishub Bekasi Diberhentikan

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.ID - Dugaan pemalakan sopir truk Rp 1,7 juta kini menjadi sorotan. Dedi Mulyadi desak petugas dishub Bekasi diberhentikan.

Dugaan aksi pungutan liar (pungli) yang melibatkan sejumlah oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menjadi sorotan setelah videonya ramai beredar di media sosial.

Menanggapi kabar tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Wali Kota Bekasi menjatuhkan sanksi tegas kepada petugas yang terlibat. Ia menegaskan, apabila terbukti bersalah, oknum tersebut harus diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).

Video yang memperlihatkan dugaan pungli terhadap seorang sopir truk itu disebut direkam di kawasan Pos Poncol, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Rekaman tersebut salah satunya diunggah oleh akun Facebook babelan24jam pada Kamis (30/7/2026) dan kemudian menyebar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 49 detik itu, terdengar suara seseorang meminta petugas Dishub yang tengah berada di sebuah warung agar mengembalikan uang milik sopir truk.Uang yang dimaksud diduga merupakan hasil pungutan liar yang sebelumnya diminta dari sopir tersebut.

"Kembalikan uang sopir ini, Rp 1,7 juta katanya cepat kembalikan, jangan ada yang kabur," terdengar suara dalam video, Jumat (31/7/2026).

Di lokasi kejadian, seorang sopir yang diduga menjadi korban terlihat menunggu di area sekitar warung. Ketika adu argumen berlangsung, salah satu petugas Dinas Perhubungan tampak meninggalkan tempat tersebut.

Sementara itu, petugas Dishub lainnya sempat menanyakan uang yang dipersoalkan dalam peristiwa tersebut.

"Duit yang mana?"

Perekam video kemudian menunjuk uang yang berada di atas meja warung.

"Itu yang di meja itu duit sopir ini, kembalikan."

 Baca Juga: Dedi Mulyadi Angkat Bicara soal Tuduhan Pilih Kasih, Ini Penjelasan Soal Bantuan Rp25 Juta

 

Tak lama kemudian, perekam meminta sopir mengambil uang tersebut.

"Ambil duitnya, ambil."

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan terkait video dugaan pungutan liar yang ramai beredar di media sosial. Pria yang dikenal dengan sapaan KDM tersebut menyampaikan rasa kecewanya apabila praktik pungli itu terbukti dilakukan oleh oknum aparatur pemerintahan.

Dedi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk meminta adanya langkah tegas terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

"Saya sudah menghubungi Wali Kota Bekasi untuk bersikap tegas dengan memberhentikan pekerjaannya (oknum Dishub) dengan tidak hormat," tegas Dedi Mulyadi melalui akun Instagramnya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, dugaan tindakan pungutan liar semacam itu tidak boleh dibiarkan terjadi kembali. Ia menilai kasus tersebut harus menjadi evaluasi bagi seluruh jajaran aparatur pemerintahan.

Saksi Mengaku Pernah Melihat Sopir Truk Dimintai Uang

Seorang saksi berinisial AI yang beraktivitas di sekitar kawasan Pos Poncol mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali melihat kendaraan truk berhenti dan didatangi oleh petugas.

Kendati tidak mengetahui secara langsung kejadian yang berlangsung, AI mengaku pernah berbincang dengan salah satu sopir yang menyampaikan bahwa dirinya diminta memberikan uang dalam nominal cukup besar.

"Pernah nanya satu kali, katanya dimintain Rp1,5 juta. Saya bilang besar banget, jangan dikasih, Bang," katanya.

Ia menuturkan pernah menanyakan langsung kepada seorang sopir terkait alasan kendaraan tersebut berhenti di lokasi. Berdasarkan cerita sopir tersebut, ia mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp1,5 juta.

 Baca Juga: Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Dedi Mulyadi untuk Kerja di Gedung Sate, ini Alasannya

 

"Per hari biasanya ada saja di sini," ujarnya.

Namun setelah video tersebut viral, AI mengaku tidak lagi melihat aktivitas yang sama.

"Selama saya dari pagi sampai sekarang tidak ada. Biasanya ada, tapi sekarang tidak ada," katanya.

AI berharap Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan pengawasan agar dugaan praktik serupa tidak kembali terjadi.

"Kalau memang ada pelanggaran silakan ditindak. Saya juga berharap wali kota rutin sidak supaya sopir tidak dirugikan," pungkasnya. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peta Deplu AS Salah Beri Label Negara Afrika, Diduga Pakai Tools OpenAI
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kenang Hoegeng, Kapolri Bicara Pentingnya Polisi Berintegritas Tanpa Diawasi
• 19 jam laludetik.com
thumb
Rentetan Kematian Dokter-dokter Internship
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pyridam Farma (PYFA) Tekan Rugi Usaha 99,4 Persen Jadi Rp380 Juta di Semester I-2026
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Kepala Bakom RI: Survei Opini Publik Masukan Penting, Indikator Perlu Lebih Spesifik
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.