Masih Bergunakah Ilmu Sosial?

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

SELAMA beberapa dekade, ukuran ilmu yang berdampak cenderung mengikuti logika ilmu eksakta.

Sebuah inovasi dianggap berhasil jika menghasilkan teknologi baru, obat baru, aplikasi baru, atau mesin baru. Dampaknya mudah dilihat, dihitung, dan dipamerkan. 

Sebaliknya, ilmu sosial sering kali berhenti pada publikasi, teori, atau kritik terhadap realitas.

Padahal, masyarakat tidak hidup hanya dengan teknologi. Mereka hidup dalam sistem sosial, hukum, budaya, agama, politik, ekonomi, dan komunikasi.

Dan banyak persoalan besar justru muncul dari kegagalan mengelola dimensi-dimensi tersebut.

Menurut saya, ada beberapa sebab ilmu sosial kurang berdampak. Pertama, orientasi akademik selama ini masih terlalu kuat pada publikasi daripada penyelesaian masalah.

Kedua, penelitian sering selesai ketika artikel diterbitkan.

Baca juga: Retorika Prabowo Menurunkan Popularitas Sendiri

Ketiga, masyarakat tidak dilibatkan sejak awal. Keempat, pemerintah jarang menjadikan hasil penelitian sosial sebagai dasar desain kebijakan.

Selain empat hal di atas, banyak penelitian ilmu sosial berhenti pada rekomendasi normatif, seperti "perlu meningkatkan...", "harus memperkuat..." atau "disarankan melakukan..."

Padahal, yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya. 

Saya kira, tantangan terbesar ilmu sosial bukan kekurangan teori, melainkan kekurangan mekanisme transformasi teori menjadi rekayasa sosial (social engineering).

Sehubungan dengan itu, ilmu sosial harus bergeser dari explanatory science menjadi design science.

Baca juga: Hujan Kartu Kuning untuk Gaya Kepemimpinan KDM

Selama ini ilmu sosial lebih banyak menjawab pertanyaan, mengapa kemiskinan terjadi?

Mengapa korupsi sulit diberantas? Mengapa intoleransi muncul?  Mengapa birokrasi lambat? 

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tentu, semua ini penting, tetapi masyarakat juga membutuhkan jawaban tentang bagaimana kemiskinan dapat diturunkan, bagaimana sistem antikorupsi dirancang, bagaimana birokrasi diubah, dan bagaimana konflik dicegah sebelum terjadi? 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minola Sebayang Tunjukkan Rekaman CCTV Pertengkaran Sarwendah dan Ruben Onsu
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Terinspirasi Dubai Chewy Cookie, Holika Holika Hadirkan Gel Liner Bertekstur Chewy
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rekaman CCTV Bocor, Mantan Manajer Kaget Lihat Sarwendah Histeris Saat Cekcok dengan Ruben Onsu
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Persebaya Fokus Hadapi Port FC, Tak Ingin Terlena Tiket Semifinal
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Ditutup Menguat, Ikuti Penguatan Bursa Asia Jelang Akhir Pekan
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.