Seoul: Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sejak pengamatan cuaca modern dimulai, setelah suhu di Kota Yangsan mencapai 41,4 derajat Celsius pada Jumat kemarin.
Rekor tersebut terjadi di tengah gelombang panas berkepanjangan yang membuat suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut.
Dilansir dari AsiaOne, Sabtu, 1 Agustus 2026, Badan Meteorologi Korea (KMA) menyatakan suhu 41,4 derajat Celsius tercatat pada pukul 13.40 waktu setempat di Yangsan, Provinsi Gyeongsang Selatan.
Angka tersebut melampaui rekor nasional sebelumnya sebesar 41,0 derajat Celsius yang tercatat di Hongcheon pada Agustus 2018.
Yangsan kini telah mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut seiring gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Korea Selatan.
KMA menetapkan peringatan gelombang panas tingkat tertinggi untuk sejumlah wilayah di Provinsi Gyeongsang Selatan, termasuk Yangsan. Sementara itu, peringatan dan imbauan terkait cuaca panas masih berlaku di hampir seluruh wilayah negara tersebut.
"Data KMA menggunakan sistem pengamatan ASOS dimulai pada 1973, dan suhu 41,4 derajat Celsius yang tercatat di Yangsan merupakan suhu tertinggi dalam catatan kami sejak saat itu," kata juru bicara KMA.
Menurut KMA, cuaca panas ekstrem dipicu oleh pengaruh bersamaan tekanan tinggi Pasifik Utara dan tekanan tinggi Tibet yang menutupi Semenanjung Korea seperti "tutup", sehingga panas terperangkap di dekat permukaan dan pembentukan awan menjadi sangat terbatas.
Badan meteorologi juga terus memantau perkembangan Topan Dolphin di Samudra Pasifik bagian barat. Jalur pergerakan topan tersebut diperkirakan dapat memengaruhi kondisi cuaca di Semenanjung Korea pada pekan depan, meski dampaknya terhadap gelombang panas yang sedang berlangsung masih belum dapat dipastikan.
Baca juga: Korea Selatan Dilanda Gelombang Panas, 25 Orang Meninggal Dunia




