Anggota Komisi X Jenguk Korban Begal Pelajar SMP, Kawal Proses Hukum Sekaligus Ganti Ponsel yang Dirampas

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

PALEMBANG – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, menjenguk pelajar SMP berinisial MAA (14), korban aksi begal brutal di Palembang, Sumatera Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada korban yang masih menjalani perawatan akibat luka tusuk di kepala serta luka di sejumlah bagian tubuh setelah diseret pelaku.

Kasus yang menimpa MAA menjadi perhatian publik setelah pelajar yang juga anak yatim ini nekat mempertahankan telepon genggam miliknya saat dirampas dua pelaku. Akibat perlawanan tersebut, korban terseret sepeda motor hingga sekitar tujuh meter dan mengalami luka tusuk.

Dalam rilis yang diterima Disway, Lita Machfud Arifin menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan sinyal serius mengenai meningkatnya kriminalitas yang melibatkan remaja. Sebab setelah kasus ini terungkap ternyata pelakunya juga masih masuk kategori remaja.

"Kasus ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Evaluasi harus dilakukan agar penanganan anak yang berhadapan dengan hukum tetap mengedepankan pembinaan, namun juga memberikan keadilan bagi korban. Kita tidak boleh membiarkan aksi kriminalitas remaja dengan tingkat kekerasan seperti ini terus berulang," tegas Lita.

Lita mengapresiasi langkah cepat jajaran Polrestabes Palembang yang telah berhasil mengamankan satu dari dua pelaku berinisial MRP (15). Namun, menurutnya, pengungkapan kasus harus terus dilanjutkan hingga seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Namun Lita juga mengingatkan bahwa penanganan kasus anak yang berhadapan dengan hukum harus dilakukan secara komprehensif. Selain menegakkan keadilan bagi korban, negara juga perlu mengevaluasi berbagai faktor yang mendorong meningkatnya tindak kriminal yang dilakukan oleh remaja.

BACA JUGA:Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Disorot, Wamendagri: Semua Kebijakan Harus Sesuai Koridor Hukum

Saat menjenguk korban di rumah sakit, Lita memberikan dukungan moril kepada MAA dan keluarganya. Lita juga memberikan ponsel pada MAA sebagai ganti yang hilang.

Ia berpesan agar korban lebih mengutamakan keselamatan jiwa apabila menghadapi situasi serupa.

"Handphone bisa diganti, tetapi keselamatan nyawa jauh lebih berharga. Saya berharap ananda segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala," ujarnya kepada korban.

Kasus yang menimpa MAA terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026 di Jalan Gersik, Lorong Amal Muslim, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Saat itu korban diserang dua pelaku yang berusaha merampas telepon genggamnya. Selain mengalami luka akibat terseret kendaraan, korban juga ditusuk di bagian kepala ketika berusaha mempertahankan barang miliknya.

Polrestabes Palembang telah menangkap satu pelaku berinisial MRP (15), sedangkan seorang pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Lita berharap kasus tersebut menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan terhadap remaja, meningkatkan edukasi di lingkungan keluarga dan sekolah, serta memastikan ruang publik menjadi lebih aman bagi anak-anak.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Dikerubuti Warga Saat Jalan Santai di CFD Kupang
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Lakon Indonesia Tutup Rangkaian BRI JF3 2026 dengan Koleksi Ikonik "Harsa"
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pagar Mal Mendadak Ditinggikan, Gubernur Pramono Minta Dibongkar! | KOMPAS SIANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Juara dunia WBC Caroline Verye diuji petinju tak terkalahkan Ferreira
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Pramono Anung Dorong Kebaya Jadi Identitas Budaya Jakarta
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.