PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan pertumbuhan penjualan di sejumlah komoditas utama sepanjang semester I 2026. Penjualan emas mencapai 18.080 kilogram (581.286 troy oz.), sementara penjualan feronikel meningkat 32 persen menjadi 7.605 ton nikel dalam feronikel (TNi) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja ditopang oleh peningkatan penjualan komoditas lainnya. Penjualan bijih nikel mencapai 3,37 juta wet metric ton (wmt), sedangkan penjualan bauksit naik 24 persen menjadi 1,26 wmt. Adapun penjualan Chemical Grade Alumina (CGA) meningkat 10 persen menjadi 100.437 ton sepanjang Januari-Juni 2026.
Lebih lanjut, ANTAM mencatat volume penjualan sebesar 9.615 kg (309.129 troy oz.) pada kuartal II 2026, sehingga mendorong total penjualan semester I menjadi 18.080 kg (581.286 troy oz.).
Untuk komoditas feronikel, seluruh volume penjualan diserap pasar ekspor dengan tujuan utama China, India, dan Korea Selatan. Sementara itu, seluruh penjualan bijih nikel dan bauksit dialokasikan ke pasar domestik guna mendukung kebutuhan smelter dan industri pengolahan mineral dalam negeri.
Dari sisi eksplorasi, sepanjang Januari-Juni 2026, ANTAM mengalokasikan biaya eksplorasi sebesar Rp 72,60 miliar untuk mendukung keberlanjutan sumber daya dan cadangan mineral strategis.
Untuk komoditas emas, eksplorasi dilakukan di Pongkor, Jawa Barat, meliputi pengeboran bawah tanah dan permukaan, pemetaan geologi, pengambilan sampel, geokimia, hingga analisis laboratorium.
ANTAM juga memperoleh tiga blok Penugasan Penyelidikan dan Penelitian dari Kementerian ESDM di Jawa Timur.
Untuk komoditas nikel, kegiatan eksplorasi berlangsung di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, serta Marimoi dan wilayah PT Sumberdaya Arindo (SDA) di Buli, Maluku Utara.
Aktivitas tersebut mencakup pengeboran, pemetaan geologi, pengambilan sampel, hingga analisis kimia. Sementara itu, eksplorasi bauksit dilakukan di Tayan dan Landak, Kalimantan Barat, melalui pengeboran, pemetaan geologi, pengukuran geodetik, dan geokimia.





