Dosen UMI Perkuat Peran Kader Posyandu Cegah Stunting Lewat Health Coaching dan Platform Digital

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Pencegahan Stunting Melalui Pendekatan Health Coaching dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Berbasis Pengembangan Platform Digital Web-Based.”

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, pada Selasa, 28 Juli 2026, ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut melibatkan kolaborasi antara UMI, Puskesmas, pemerintah desa, dan kader Posyandu.

Kegiatan diikuti para kader Posyandu serta tenaga kesehatan dari Puskesmas sebagai mitra strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.

Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan pelatihan yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, hingga praktik penerapan metode Health Coaching dalam mendampingi keluarga yang memiliki balita berisiko stunting.

Ketua Tim Pengabdian, Nur Ilah Padhila, S.Kep., Ns., M.Kes., menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Kader Posyandu memiliki posisi yang sangat strategis karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan keluarga. Melalui peningkatan kapasitas kader, kami berharap edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga perubahan perilaku hidup sehat dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup pemahaman tentang stunting, faktor risiko, pemenuhan gizi seimbang, pentingnya pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI yang tepat, pemantauan pertumbuhan balita berdasarkan standar antropometri, serta deteksi dini anak yang berisiko mengalami stunting.

Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan komunikasi melalui pendekatan Health Coaching, yaitu metode pendampingan yang menempatkan keluarga sebagai mitra aktif dalam menetapkan tujuan, menyusun rencana tindakan, dan membangun perubahan perilaku secara bertahap.

Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah pengenalan platform digital berbasis web yang dikembangkan sebagai media edukasi, skrining risiko stunting, pencatatan pertumbuhan balita, serta monitoring tindak lanjut pendampingan keluarga.

“Melalui platform ini, kader Posyandu dapat mengakses materi edukasi secara mandiri, mendokumentasikan hasil pemantauan, serta memudahkan koordinasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas,” jelas Nur Ilah.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian UMI berharap kader Posyandu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang lebih baik dalam memberikan edukasi kesehatan, melakukan skrining dini risiko stunting, serta mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

Penguatan kapasitas kader diharapkan menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di wilayah sasaran.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan melaksanakan pendampingan secara berkala, memantau implementasi metode Health Coaching, mengevaluasi peningkatan kompetensi kader, serta mengoptimalkan penggunaan platform digital sebagai media edukasi dan pemantauan pertumbuhan balita. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Harga Pertamax Seluruh Wilayah Indonesia per 1 Agustus 2026, Mulai Rp14.950 per Liter!
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Stasiun Tawang Dipugar KAI untuk Hidupkan Warisan Sejarah dan Dorong Ekonomi Baru
• 39 menit lalupantau.com
thumb
Sepak Bola Tarkam di Purbalingga Ricuh, Wasit Babak Belur Dikeroyok Massa
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo: Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan, Siap Hadapi Gejolak Global
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
5 Rekomendasi Kuliner Kaki Lima Legendaris Dekat Stasiun Bogor
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.