Banjarbaru (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago optimistis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terkendali melalui kolaborasi lintas instansi serta kesiapan modifikasi cuaca.
“Yang saya lihat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan tentang titik kebakaran, saya merasa optimistis bahwa ini bisa dipadamkan karena semua dukungan tidak ada kesulitan, semua bisa dikerahkan,” katanya saat meninjau penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Kalsel, Sabtu.
Ia menyampaikan optimisme itu setelah melihat langsung petugas gabungan di lapangan melakukan pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah dan dilanjutkan ke kawasan Peramuan Ujung, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan di pos lapangan.
“Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, mulai dari operasi pengintaian hingga operasi modifikasi cuaca yang dapat segera dilaksanakan ketika kondisi atmosfer memenuhi persyaratan untuk penyemaian awan,” katanya.
Menurut dia, operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan menjelang sore apabila kondisi mendukung, sedangkan apabila peluang muncul pada malam hari, pelaksanaannya cukup dikoordinasikan dengan pihak bandara agar pesawat dapat diterbangkan menjalankan misi penyemaian awan.
Baca juga: BNPB pastikan penanganan maksimal atas karhutla di Kalteng
Dia menilai modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penanganan karhutla karena hujan buatan diharapkan mampu membantu memadamkan titik api sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan.
Ia menegaskan penanganan karhutla tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah, aparat, relawan, media massa, dan masyarakat, mengingat persoalan lingkungan juga berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
Oleh karena itu, Djamari mengajak masyarakat mendukung upaya pemadaman dan tidak menghambat petugas di lapangan serta meminta seluruh unsur, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Manggala Agni, aparat keamanan, dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berlangsung lebih cepat dan efektif.
Baca juga: Menko Polkam minta penanganan karhutla dilalukan sejak dini
Baca juga: BMKG: Puncak kemarau di Sumsel terjadi pada Agustus-September
“Yang saya lihat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan tentang titik kebakaran, saya merasa optimistis bahwa ini bisa dipadamkan karena semua dukungan tidak ada kesulitan, semua bisa dikerahkan,” katanya saat meninjau penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Kalsel, Sabtu.
Ia menyampaikan optimisme itu setelah melihat langsung petugas gabungan di lapangan melakukan pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah dan dilanjutkan ke kawasan Peramuan Ujung, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan di pos lapangan.
“Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, mulai dari operasi pengintaian hingga operasi modifikasi cuaca yang dapat segera dilaksanakan ketika kondisi atmosfer memenuhi persyaratan untuk penyemaian awan,” katanya.
Menurut dia, operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan menjelang sore apabila kondisi mendukung, sedangkan apabila peluang muncul pada malam hari, pelaksanaannya cukup dikoordinasikan dengan pihak bandara agar pesawat dapat diterbangkan menjalankan misi penyemaian awan.
Baca juga: BNPB pastikan penanganan maksimal atas karhutla di Kalteng
Dia menilai modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penanganan karhutla karena hujan buatan diharapkan mampu membantu memadamkan titik api sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan.
Ia menegaskan penanganan karhutla tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah, aparat, relawan, media massa, dan masyarakat, mengingat persoalan lingkungan juga berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
Oleh karena itu, Djamari mengajak masyarakat mendukung upaya pemadaman dan tidak menghambat petugas di lapangan serta meminta seluruh unsur, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Manggala Agni, aparat keamanan, dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berlangsung lebih cepat dan efektif.
Baca juga: Menko Polkam minta penanganan karhutla dilalukan sejak dini
Baca juga: BMKG: Puncak kemarau di Sumsel terjadi pada Agustus-September





