TABLOIDBINTANG.COM - Dunia musik Indonesia kembali berduka. Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, bassist PAS Band, meninggal dunia pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 15.00 WIB.
Trisno berpulang di usia 55 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi sejumlah penyakit.
Kabar wafatnya Trisno pertama kali beredar melalui unggahan mantan gitaris Cokelat, Roberto Pieter, di platform Threads.
Dalam unggahannya, Roberto menyampaikan belasungkawa singkat dengan menulis, "RIP Trisno PAS BAND."
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi setelah Roberto menerima kabar dari manajer grup band Jamrud melalui grup WhatsApp Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO).
Di waktu yang hampir bersamaan, akun Instagram resmi PAS Band juga mengunggah ilustrasi emoji menangis berlatar hitam. Unggahan tersebut langsung memicu doa dan ucapan belasungkawa dari para penggemar maupun rekan sesama musisi.
Sehari sebelum kabar duka itu, drummer PAS Band, Sandy Andarusman, sempat mengungkap kondisi Trisno yang kritis dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).
"Dapat kabar malam ini, Trisno kritis di ICU. Mohon dimaafkan segala kesalahan Bro Tris. Ya Allah, ringankan sakitnya Trisno dan berikan yang terbaik untuknya," tulis Sandy dalam pesan yang diunggah di media sosial.
Berjuang Melawan Komplikasi Penyakit
Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatan Trisno terus menurun akibat komplikasi yang menyerang sejumlah organ vital. Ia diketahui mengalami gangguan fungsi hati, hipertensi, hingga gagal ginjal.
Akibat fungsi ginjal yang tersisa sekitar lima persen, Trisno harus rutin menjalani cuci darah untuk mempertahankan kondisinya.
Memasuki pertengahan Juli 2026, kesehatannya semakin memburuk hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Saat menjalani pemeriksaan, tim medis menemukan adanya penyumbatan di bagian kepala yang membuatnya harus segera menjalani tindakan operasi.
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi industri musik Tanah Air. Bersama PAS Band, Trisnk dikenal sebagai salah satu bassist yang berkontribusi melahirkan karya-karya rock yang mewarnai perjalanan musik Indonesia selama puluhan tahun.




