REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah penonton bioskop Indonesia mengalami penurunan sebesar 16,7 persen pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, performa film-film lokal dinilai tetap kuat dan mendominasi daftar film terlaris di pasar domestik.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, bioskop Indonesia mencatat total 53,77 juta penonton, menurut data box office Cinepoint seperti dilansir laman Screen Daily, Sabtu (1/8/2026). Angka tersebut menghasilkan perkiraan pendapatan box office sekitar Rp2,48 triliun, dengan rata-rata harga tiket Rp46.056.
Baca Juga
Film Bajakan Spider-Man: Brand New Day Sempat Beredar di X, Sudah Ditonton Jutaan Kali
Berawal dari Kado Pemberian Anak, Ini Ide di Balik Film Kado untuk Ibu
Berawal dari Ide Nekat, Film Operasi Pesta Copet Butuh Empat Tahun Persiapan
Lima film dengan jumlah penonton terbesar sepanjang periode tersebut seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri. Posisi teratas ditempati oleh Danur: The Last Chapter yang berhasil mengumpulkan 3,62 juta penonton.
Film horor supernatural tersebut menjadi film keempat dalam waralaba populer Danur. Film ini kembali mempertemukan sutradara Awi Suryadi dengan aktris Prilly Latuconsina yang sebelumnya juga terlibat dalam seri Danur.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di posisi kedua terdapat film horor komedi garapan Joko Anwar, Ghost In The Cell, dengan perolehan 3,38 juta penonton. Film tersebut sebelumnya melakukan pemutaran perdana di Festival Film Berlin (Berlinale) pada Februari 2026, sebelum resmi tayang di bioskop Indonesia pada 16 April.
Posisi berikutnya ditempati oleh drama keluarga arahan Naya Anindita, Tunggu Aku Sukses Nanti yang mencatat 3 juta penonton. Film horor garapan Hadrah Daeng Ratu, Alas Roban, berada di urutan keempat dengan 2,43 juta penonton. Sementara itu, komedi horor karya Bayu Skak, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih melengkapi lima besar dengan 2,06 juta penonton.
Dua film yang masuk jajaran teratas, yakni Danur: The Last Chapter dan Tunggu Aku Sukses Nanti dirilis pada 18 Maret 2026 bertepatan dengan periode libur lebaran Idulfitri. Di Indonesia, momen Lebaran jadi salah satu musim paling menguntungkan karena tingginya minat masyarakat untuk menonton film di bioskop.
Selain dua film tersebut, terdapat tiga film lokal yang juga tayang saat momen lebaran. Di antaranya adalah film horor arahan Azhar Kinoi Lubis Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang meraih 1,53 juta penonton, lalu film drama karya Ryan Adriandhy Na Willa dengan 1,4 juta penonton, serta drama keluarga garapan Dinna Jasanti, Senin Harga Naik, yang mengumpulkan 1,18 juta penonton.
Mengingat perayaan Idulfitri tahun ini berlangsung pada Maret, bulan tersebut menjadi periode dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang paruh pertama 2026 yakni mencapai 11,84 juta penonton. Setelah Maret, April menjadi bulan dengan jumlah penonton terbesar kedua dengan 9,92 juta penonton. Peningkatan pada April terutama didorong oleh perilisan Ghost In The Cell yang berhasil menarik jutaan penonton.
Meski mengalami penurunan jumlah penonton, film Indonesia tetap mendominasi di paruh pertama tahun 2026. Film lokal menyumbang hampir 72 persen dari seluruh penerimaan penonton bioskop sepanjang paruh pertama 2026, meskipun jumlah film lokal yang dirilis hanya sekitar sepertiga dari keseluruhan film yang tayang.