Dari Biodigester hingga Budidaya Maggot, Inisiatif Warga Dinilai Mampu Mengurangi Beban Sampah Kota

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.ID, MAKASSAR — Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengapresiasi inisiatif warga yang memanfaatkan sebagian rumahnya sebagai pusat edukasi dan pengolahan sampah organik.

Apresiasi tersebut disampaikan Melinda saat mengunjungi lokasi binaan Yayasan Peduli Negeri yang mengembangkan Bank Sampah Unit sekaligus fasilitas pengolahan sampah organik di kediaman Udin, Jumat (31/7/2026).

Dalam kunjungan itu, Melinda meninjau berbagai metode pengolahan sampah organik yang dikembangkan secara mandiri, mulai dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), biodigester, hingga pembuatan eco-enzyme. Ia juga mendengarkan penjelasan mengenai proses pengolahan serta manfaat yang dihasilkan dari masing-masing metode.

“Hari ini saya berada di rumah Pak Udin yang telah mendedikasikan sebagian rumahnya untuk pengolahan sampah. Saya melihat langsung ada biodigester, budidaya maggot, hingga pembuatan eco-enzyme,” ujar Melinda.

Menurutnya, inisiatif tersebut membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan kepedulian, pengetahuan, dan kemauan untuk bergerak, ruang di sekitar rumah dapat dimanfaatkan menjadi pusat pengolahan sampah yang menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.

“Ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali dan memberikan manfaat yang besar,” katanya.

Melinda menilai partisipasi masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan penanganan sampah di Kota Makassar. Upaya pemerintah, menurutnya, harus diperkuat dengan gerakan yang tumbuh dari rumah tangga hingga tingkat RT dan RW.

“Saya senang melihat ada warga yang mau mengambil bagian membantu pemerintah menangani persoalan sampah. Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kelurahan yang terus mendampingi serta mendukung inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Lurah yang terus mendukung program-program pemerintah dan mendampingi masyarakat. Dukungan seperti ini membuat gerakan lingkungan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer Program Yayasan Peduli Negeri sekaligus Pengurus Bank Sampah Jipang 04, Syamsudin, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengelola Bank Sampah Unit, tetapi juga mengembangkan berbagai metode pengolahan sampah organik di lingkungan permukiman.

Salah satunya melalui pengembangan Tempat Edukasi dan Budidaya Sampah Organik (TEBA) di lorong-lorong permukiman. Melalui fasilitas tersebut, warga bersama pengurus RT dan RW mengumpulkan sampah organik dari rumah untuk diolah sehingga tidak langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Selain TEBA, terdapat pula biodigester yang mengolah sisa makanan, buah, dan sayuran melalui proses fermentasi tanpa oksigen. Dari proses tersebut dihasilkan biogas sebagai sumber energi, serta pupuk organik cair dan padat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan penghijauan.

Pengolahan sampah organik juga dilakukan melalui budidaya maggot BSF. Larva yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak, sedangkan residu hasil penguraiannya dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Menurut Syamsudin, berbagai metode tersebut dikembangkan untuk mengurangi volume sampah organik yang dikirim ke TPA sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi energi, pakan ternak, pupuk, hingga produk ramah lingkungan.

Melinda berharap praktik baik yang dikembangkan Yayasan Peduli Negeri bersama masyarakat dapat direplikasi di lebih banyak lingkungan dan komunitas di Kota Makassar.

“Kalau setiap lingkungan memiliki kepedulian seperti ini, saya yakin persoalan sampah di Kota Makassar dapat kita tangani bersama. Semakin banyak warga yang bergerak, semakin ringan beban kota dan semakin besar dampak positif yang bisa kita hadirkan,” tutupnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klinik Biota Medical & Aesthetic Makassar Hadirkan Volnewmer dan Ultraformer MPT, Teknologi Perawatan Wajah Nomor 1 di Korea
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Hasil Birmingham City vs Barcelona: Blaugrana Kalah Adu Penalti usai Imbang 2-2
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
5 Hal Diketahui dari Kebakaran Parkiran Hotel Pullman
• 6 jam laludetik.com
thumb
Menko Polkam minta pemda terdepan sampaikan informasi ke publik
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Hotel Pullman Central Park Jakbar Terbakar
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.