Moskow (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menolak tegas usulan penangguhan atau keluarnya Spanyol dari Perjanjian Schengen, menyusul krisis migrasi yang tengah terjadi di Ceuta.
"Spanyol tidak boleh keluar dari Kawasan Schengen. Itu sama sekali tidak mungkin," kata Nunez dalam konferensi pers, Sabtu.
Nunez menambahkan bahwa hubungan bilateral dan kerja sama antara Prancis dan Spanyol tetap terjalin dengan sangat baik.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan usai beberapa negara anggota Uni Eropa—termasuk Italia, Ceko, Finlandia dan Denmark—pada Jumat (31/7) menyerukan penangguhan keanggotaan Spanyol dalam Perjanjian Schengen, akibat gelombang imigran dari Maroko yang memasuki Ceuta dalam jumlah besar.
Ceuta merupakan wilayah kantong Spanyol yang terletak di pesisir utara Afrika dan berbatasan langsung dengan Maroko.
Bersama dengan Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan benua Afrika, yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur utama migrasi ilegal menuju Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, Ceuta mengalami tekanan migrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan data otoritas Spanyol, puluhan ribu imigran diperkirakan telah melintasi perbatasan secara ilegal dan memasuki wilayah tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Portugal pertahankan aturan Schengen dengan Spanyol
Baca juga: Ratusan imigran terobos Melilla, bentrokan pecah di perbatasan
"Spanyol tidak boleh keluar dari Kawasan Schengen. Itu sama sekali tidak mungkin," kata Nunez dalam konferensi pers, Sabtu.
Nunez menambahkan bahwa hubungan bilateral dan kerja sama antara Prancis dan Spanyol tetap terjalin dengan sangat baik.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan usai beberapa negara anggota Uni Eropa—termasuk Italia, Ceko, Finlandia dan Denmark—pada Jumat (31/7) menyerukan penangguhan keanggotaan Spanyol dalam Perjanjian Schengen, akibat gelombang imigran dari Maroko yang memasuki Ceuta dalam jumlah besar.
Ceuta merupakan wilayah kantong Spanyol yang terletak di pesisir utara Afrika dan berbatasan langsung dengan Maroko.
Bersama dengan Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan benua Afrika, yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur utama migrasi ilegal menuju Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, Ceuta mengalami tekanan migrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan data otoritas Spanyol, puluhan ribu imigran diperkirakan telah melintasi perbatasan secara ilegal dan memasuki wilayah tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Portugal pertahankan aturan Schengen dengan Spanyol
Baca juga: Ratusan imigran terobos Melilla, bentrokan pecah di perbatasan





