Ratusan migran kembali mencoba memasuki wilayah Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara, melalui jalur darat maupun laut dari Maroko, Sabtu, 1/8. Lonjakan arus migrasi yang terjadi sejak akhir Juli membuat aparat keamanan Spanyol mengerahkan personel militer dan kepolisian untuk mengamankan kawasan perbatasan. REUTERS/Jon Nazca
2/9Sejumlah migran terlihat berjalan di sisi perbatasan Maroko, sementara lainnya nekat berenang melintasi perairan Pantai El Tarajal menuju wilayah Ceuta dengan menggunakan pelampung seadanya. Mereka berasal dari berbagai negara di Afrika, termasuk Somalia dan Sudan, dengan harapan dapat memasuki wilayah Uni Eropa.REUTERS/Jon Nazca
Salah satu migran asal Somalia, Filiss (32), terlihat menggunakan pelampung ban saat menyeberangi laut menuju Ceuta. REUTERS/Jon Nazca
4/9Sementara itu, seorang remaja asal Sudan, Moussa Khamiss (17), membawa dokumen pribadinya di dalam botol plastik agar tetap kering selama perjalanan menyeberangi laut. REUTERS/Jon Nazca
Setibanya di pantai Ceuta, para migran berusaha mengumpulkan kembali barang-barang mereka yang terbawa arus. Sebagian lainnya terus berdatangan melalui jalur laut di tengah pengawasan ketat aparat keamanan Spanyol. REUTERS/Jon Nazca
6/9Militer Spanyol juga menemukan seorang migran yang bersembunyi di dalam terowongan dekat Pantai El Tarajal untuk menghindari pemeriksaan petugas. REUTERS/Jon Nazca
7/9Di lokasi yang sama, personel militer mengevakuasi seorang migran yang kelelahan setelah berenang menyeberangi perbatasan dari Maroko dan membutuhkan penanganan medis. REUTERS/Jon Nazca
8/9Di kawasan perbatasan, aparat kepolisian dan tentara Spanyol tampak berjaga di sekitar sejumlah migran yang diamankan sebelum proses pemulangan dilakukan. Sebagian migran yang berhasil memasuki Ceuta akhirnya dikawal kembali menuju wilayah Maroko melalui perbatasan Fnideq. REUTERS/Jon Nazca
9/9Lonjakan arus migrasi juga memakan korban jiwa. Perwakilan Pemerintah Spanyol di Ceuta mengungkapkan sedikitnya 57 jenazah telah ditemukan di sisi perbatasan Spanyol. Otoritas memperkirakan jumlah korban dapat bertambah mengingat masih ada kemungkinan korban berada di wilayah Maroko. REUTERS/Stringer




